Telur Asin Rasa Soto, Inovasi Kuliner Kulon Progo yang Ramai Order

BANJIR ORDER - Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo (berpeci) membawa produk olahan KAKB. (Foto: Pemkab Kulon Progo)
BANJIR ORDER – Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo (berpeci) membawa produk olahan KAKB. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Wates, JOGJADAILY ** Anda penyuka telur asin? Pernahkah Anda mencicipi telur asin rasa soto? Barangkali, baru kini Anda mendengar telur asin jenis ini. Ya, inovasi telur asin rasa soto dimunculkan pebisnis berbasis koperasi di Kulon Progo.

Adalah Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB) binaan Koperasi Binangun Sejati Kulon Progo. Kelompok ini memproduksi aneka produk olahan makanan dan kerajinan seperti Stick Buah Naga, Wingko Ijo, Enting-enting Kacang, Enting-enting Jahe, Kopi Java Menoreh, Crispi Mina Rasa, Sari Nira, Kripik Pegagan, Kripik Belut, Kripik Pisang Rohana.

Produk-produk tersebut mulai laris di pasaran dan kebanjiran order, bahkan kesulitan bahan baku. Salah satu kreasi yang diminati adalah telur asin rasa soto produksi KAKB Kedundang Temon.

“Kreasi baru telur asin rasa soto ini banyak diminati masyarakat, tidak hanya masyarakat Kulon Progo, bahkan sampai warga Bali juga order melalui online. Dengan banyaknya permintaan, sementara pemilik ternak di Temon terbatas, sehingga harus mencari bahan baku telur sampai di wilayah Lendah,” ujar Tanto, perwakilan Koperasi Binangun Sejati, usai menghadap Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo dalam open house di Rumah Dinas, Kamis (12/3/2015).

Sementara untuk produk tas, sambungnya, produk KAKB di Sentolo telah masuk Pulau Kalimantan.

“Dalam koperasi, saat ini ada 63 KAKB, dengan tenaga kerja lebih dari 200 orang, sudah menghasilkan berbagai produk,” tuturnya, seperti dirilis Pemkab Kulon Progo.

Setelah melalui proses panjang, beberapa produk yang dihasilkan bisa masuk ke Toko Milik Rakyat (Tomira) Kulon Progo, dan saat ini, sedang diusahakan masuk ke jaringan Alfamart.

Sementara itu, Ketua Koperasi Binangun Sejati, Bagyo menyampaikan, pihaknya telah membentuk koperasi untuk menampung produk KAKB di Kulon Progo. Ia bercita-cita membuat toko khusus untuk memajang produk-produk dari Kulon Progo.

Tomira, Upaya Eksiskan Produk UMKM

Untuk melindungi produk lokal, Pemkab Kulon Progo mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan Pusat perbelanjaan dan Toko Modern.

Dalam pasal 14 huruf c Perda ini menyebutkan, “Toko Modern yang berstatus waralaba dan/atau berstatus cabang tidak boleh berjarak kurang dari 1.000 m (seribu meter) dengan Pasar Tradisional.”

Impaknya, Gerai Toko Modern Alfamart yang berjarak kurang dari 1.000 meter harus menyesuaikan ketentuan dalam Perda tersebut dengan beberapa alternatif, yaitu tidak diperpanjang izin, ditutup, dan diambil alih Koperasi.

Sebagai tindak lanjut, bersama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai pengelola Alfamart, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo membangun kerja sama dalam bentuk kemitraan, mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya Koperasi dan UMKM, melalui program Toko Milik Rakyat (Tomira).

Dirilis Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo, Tomira mendukung program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo, yaitu dalam bentuk penyisihan laba untuk kegiatan pendampingan UMKM dan pendampingan sosial masyarakat, meliputi kegiatan bedah rumah, beasiswa bagi siswa tidak mampu, dan kegiatan sosial lain.