Watu Payung Gunungkidul Potensial sebagai Obyek Wisata Keanekaragaman Hayati

WISATA ALAM - View Pegunungan Watu Payung yang menarik para pencinta wisata alam. (Foto: Kaskus)
WISATA ALAM – View Pegunungan Watu Payung yang menarik para pencinta wisata alam. (Foto: Kaskus)

Gunungkidul, JOGJADAILY ** Kawasan Wisata Alam Watu Payung, Dusun Turunan, Desa Giri Suko, Panggang, Gunungkidul, dapat dikembangkan sebagai obyek wisata Kehati (Keanekaragaman Hayati). Hutan Kemasyarakatan tersebut juga termasuk dalam kawasan geopark Gunung Sewu yang perlu mendapatkan perhatian konservasi dan pengelolaan baik.

“Kawasan ini apabila dikelola dengan baik, ke depan dampaknya dapat meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Kawasan Watu Payung dan Panggang secara umum,” ujar Bupati Gunungkidul Badingah saat Pengukuhan Pengurus Paguyuban Petani Hutan Bukit Seribu periode 2015-2017 di Kawasan Wisata Alam Watu Payung, beberapa waktu lalu.

Bupati menegaskan pembangunan kawasan wisata Gunungkidul yang harus berbudaya.

“Jangan terpengaruh dengan perkembangan pariwisata daerah lain yang mengekspose potensi yang berbeda dengan karakter serta potensi yang dimiliki masyarakat Kabupaten Gunungkidul,” ucapnya.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, kawasan hutan Kabupaten Gunungkidul wilayah utara memiliki karakteristik kawasan gunung api purba dengan tanah rawan longsor. Zona ini dapat dijadikan hutan lindung, sekaligus sumber mata air.

Watu Payung, sambungnya, termasuk wilayah selatan. Zona ini merupakan Kawasan Karst Pegunungan Sewu, yakni kawasan konservasi tempat hidup fauna endemi, antara lain kera ekor panjang. Kawasan ini juga merupakan sumber mata air, baik berupa telaga atau mata air lain, serta sungai bawah tanah.

Kawasan Watu Payung Turunan Girisuko Panggang termasuk Turunan Geoforest. Kawasan hutan konservasi di ujung barat geopark Gunung Sewu yang dikelola masyarakat tersebut memiliki keanekaragaman hayati hutan cukup tinggi dan terletak di atas ketinggian pegunungan. Dari gardu pandang, pengunjung dapat melihat panorama alam serta aliran Sungai Oya yang mengalir dari wilayah Kabupaten Gunungkidul ke wilayah Kabupaten Bantul.

Investor Mulai Berminat

Camat Panggang, Ag. Gunawan, mengharapkan pembangunan gerbang masuk wilayah Kabupaten Gunungkidul dari arah Kabupaten Bantul di wilayah Bibal Girisuko, sebagaimana gerbang yang ada di Kecamatan Patuk.

“Kecamatan Panggang kaya akan potensi wisata yang dapat ditempuh dalam waktu satu hari. Mulai dari kawasan barat Kecamatan Panggang, wisatawan dapat menikmati wisata alam di obyek Watu Payung Turunan, dilanjutkan ke obyek wisata Kembang Lampir Girisekar dan wisata Cupu Panjolo. Wisatawan dapat mengakhiri kunjungannya di Kecamatan Panggang dengan menikmati panorama laut selatan di Pantai Gesing Girikarto,” jelas Gunawan.

Menurutnya, telah banyak investor yang akan masuk ke Kecamatan Panggang, seiring perkembangan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Akses jalan dari dan menuju wilayah Panggang saat ini sangat mudah.

Sementara itu, Kepala Desa Girisuko Endah Herwanti menyatakan bahwa Kawasan Watu Payung sebenarnya telah dikenal sebagian masyarakat sebagai tempat wisata alam, selain dikenal sebagai padepokan Ponpes Ilmu Giri. Namun demikian, masyarakat yang akan menuju lokasi gardu pandang masih kesulitan, karena jalan yang terjal.

“Akses jalan jalur masuk ke wilayah Gunungkidul dari Bantul perlu ditingkatkan, terutama yang menuju ke kawasan obyek wisata,” tutur Endah.

Ketua Pengelola Kawasan Watu Payung, Subagyo, mengatakan, kawasan ini dikelola sejak 2010 dan direncanakan sebagai wisata alam atau sebagai lokasi kegiatan outbond.