April 2015, PSKS dan Jatah Raskin Kulon Progo Siap Disalurkan

SAMPEL - Sampel raskin dikumpulkan Tim Raskin dan TKSK pada Rakor Raskin di Dinas Sosnakertrans Kulon Progo, Kamis (9/4/2015). (Foto: Pemkab Kulon Progo)
SAMPEL – Sampel raskin dikumpulkan Tim Raskin dan TKSK pada Rakor Raskin di Dinas Sosnakertrans Kulon Progo, Kamis (9/4/2015). (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Wates, JOGJADAILY ** Bulan ini, pendistribusian program pemerintah pusat berupa penyaluran bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) 2015 di Kabupaten Kulon Progo segera dimulai, Sabtu (11/4/2015). Sementara distribusi raskin untuk jatah April dilakukan Senin (13/4/2015).

“PSKS tahun 2015 akan segera dicairkan, namun masih mengunakan data lama. Di Kulon Progo pernah diubah 1500-an, namun yang berubah hanya di bawah 1000-an. Hal ini terjadi saat memasukkannya di Kantor Pos ,sehingga mohon maaf kalau nanti juga terjadi di masyarakat, ada yang lebih miskin tetapi tidak dapat,” ujar Kadinas Sosnakertrans Kulon Progo, Eko Pranyata, Kamis (9/4/2015).

Dirilis Pemkab Kulon Progo, menurut Eko, pada pendistribusian PSKS 2014 lalu, mencapai 98,86 persen, dana yang kembali ke pusat tidak bisa dicairkan Rp400 juta, karena telah berpindah tempat, meninggal, transmigrasi, dan sebagainya. Orang lain tidak dapat mencairkannya.

“Proses pencairan PSKS ini dilakukan seperti yang sudah-sudah, yakni oleh Kantor Pos di masing-masing Kecamatan. Ada di Kantor Desa dan Gedung Kesenian, sudah dijadwal oleh Kantor Pos mulai tanggal 11 April sampai terakhir 16 April mendatang, dengan jumlah Rumah Tangga Sasaran penerima 43.020, dan besaran dana Rp25.812.000.000,” terangnya.

Rincian alokasi dan besaran dana untuk masing-masing kecamatan adalah Kecamatan Pengasih sejumlah 4.828 RTS jumlah dana Rp2.896.800.000; Kecamatan Kokap sejumlah 4.544 RTS jumlah dana Rp2.726.400.000; Kecamatan Temon sejumlah 2.220 RTS jumlah dana Rp1.332.000.000.

Kecamatan Panjatan sejumlah 3.808 RTS jumlah dana Rp2.284.800.000; Kecamatan Galur sejumlah 2.806 RTS jumlah dana Rp1.683.600.000; Kecamatan Lendah sejumlah 4.381 RTS jumlah dana Rp2.628.600.000; Kecamatan Sentolo sejumlah 4.971 RTS jumlah dana Rp.2.982.600.000; Kecamatan Nanggulan sejumlah 3.195 RTS jumlah dana Rp1.917.000.000.

Kecamatan Kalibawang sejumlah 3.497 RTS jumlah dana Rp2.098.200.000; Kecamatan Samigaluh sejumlah 3.086 RTS jumlah dana Rp1.851.600.000; Kecamatan Girimulyo sejumlah 2.400 RTS jumlah dana Rp1.440.000.000; Kecamatan Wates sejumlah 3.284 RTS jumlah dana Rp1.970.400.000.

Sampel Raskin

Tim Koordinasi Raskin Kecamatan bersama dengan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), se-Kabupaten Kulon Progo melakukan pemantauan pendistribusian raskin hingga beberapa Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS PM). Selain mengambil sedikit sampel beras, beberapa pemantau bahkan sempat merasakan beras yang dimasak salah satu warga penerima raskin.

Terkumpul sampel raskin dari 87 desa dan kelurahan. Sampel tersebut kemudian dibawa masing-masing tim raskin dan TKSK pada Rakor Raskin di Dinas Sosnakertrans Kulon Progo, Kamis (9/4/2015).

Eko Pranyata mengatakan, pengambilan sampel raskin di masing-masing RTSPM pada saat pendistribusian untuk menyelesaikan permasalahan kelayakan raskin agar tidak berlarut-larut. Dari sampel yang terkumpul tersebut terdapat 20 persen beras remuk.

Sementara dalam evaluasi distribusi raskin Maret masih ditemukan raskin yang berwarna kuning di Kalibawang dan penolakan oleh Kades Srikayangan karena tidak layak. Bulog langsung menggantinya.

“Di Kalibawang ada kantong raskin tertulis dari Jombang, Jawa Timur. Ada satu warga yang diambil sampel bagus, tapi sampai rumah ada yang berwarna kuning. Kalau sudah satu sampai dua hari bisa tidak ditukarkan ke Bulog?” tutur Tim Raskin Kecamatan Kalibawang, Sri Sudiati.

Priyo dari Bulog DIY menyampaikan terima kasih dengan sampel raskin dibawa Tim Raskin, untuk masukan Bulog. Sedangkan beras kuning, apabila masih utuh, Bulog siap menggantinya, karena sesuai Pedoman Umum raskin yang dapat diganti.

“Kalau beras masih ada dan utuh bisa diganti. Hari ini akan kami ganti. Dan kalau terjadi lagi di lain kali segera saja dilaporkan. Bulog siap menindaklanjuti,” tegas Priyo.

Sedangkan adanya asal beras dari Jawa Timur, menurut Priyo, kebutuhan beras di DIY mencapai 51 ribu ton per tahun dan suplai dari DIY hanya mampu 31 ribu ton per tahunnya. Menyiasati kekurangan tersebut, Bulog Pusat mengambil kebijakan dengan mengambil stok dari luar DIY.

Sementara stok beras hingga April ini baru menyerap 1600 ton, padahal pada bulan sama tahun lalu mencapai 5000 ton. Dengan musim bagus, Bulog bisa menyerap banyak beras dari Gapoktan maupun mitra Bulog.

“Untuk distribusi raskin bulan April ini masik stok lama, sehingga mohon maaf kalau ada yang kuning, menir, karena umur serapan sekitar tiga bulan. Nanti akan diambilkan dari Gudang Kalasan karena Gudang Wates terisi beras 2015. Prinsip bulog mengeluarkan beras sesuai dengan jadwal masuknya, tidak mungkin baru masuk gudang kemudian dikeluarkan,” jelas Priyo.

Distribusi raskin untuk jatah bulan April diawali dari Kecamatan Pengasih, Senin (13/4/2015); disusul Selasa (14/4/2015) Kecamatan Kokap; Rabu (15/4/2015) Temon dan Wates; Kamis (16/4/2015) Sentolo.

Dilanjutkan Kecamatan Kalibawang pada Senin (20/4/2015), Girimulyo pada Selasa (21/4/2015), Panjatan pada Rabu (22/4/2015), Galur dan Lendah pada Kamis (23/4/2015), dan terakhir, Senin (27/4/2015) untuk Kecamatan Samigaluh dan Nanggulan.