Briket Arang Batok Kelapa, Komoditas Ekspor Kulon Progo Bernilai Miliaran

BRIKET - Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menerima Wakil Direktur Utama PT Dian Niaga Yogyakarta, Sugiyanto, di Rumah Dinas Bupati, Kamis (16/4/2015). (Foto: Pemkab Kulon Progo)
BRIKET – Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menerima Wakil Direktur Utama PT Dian Niaga Yogyakarta, Sugiyanto, di Rumah Dinas Bupati, Kamis (16/4/2015). (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Wates, JOGJADAILY ** Adalah PT Dian Niaga Yogyakarta yang berlokasi di Kidulan, Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo. Berdiri 2 Agustus 2012, pada April 2013, mulai memproduksi briket arang batok kelapa.

Pada 2013, omset penjualan briket arang batok kelapa PT Dian Niaga Yogyakarta mencapai Rp3 miliar per tahun, dengan rincian 70 persen ekspor dan 30 persen lokal. Tahun 2014, omset meningkat Rp24 miliar per tahun, dengan rincian 80 persen ekspor dan 20 persen lokal.

Saat ini, PT Dian Niaga Yogyakarta sedang memberdayakan masyarakat Girimulyo untuk memproduksi minyak yang siap konsumsi, sedangkan limbah batok kelapanya untuk menambah bahan baku.

Selama ini, bahan baku lokal didatangkan dari Jawa Tengah dan DIY, serta hanya mampu mencukupi 30 persen kebutuhan, sementara 25 persen lainnya didatangkan dari kalimantan, 25 persen dari Sulawesi, dan 20 persen Sumatera.

Dengan kemampuan kapasitas produksi 200 ton per bulan atau 10 FCL 20 Ft, kini PT Dian Niaga Yogyakarta mempekerjakan 139 orang dari Kulon Progo, dengan fasilitas Gaji UMK ditambah BPJS Tenaga Kerja, Kesehatan, dan Tunjangan Hari Raya.

Untuk mendukung gentong rembes di Kulon Progo, PT Dian Niaga Yogyakarta pada 2013 ikut menyerahkan Corporate Social Responsibility (CSR) beasiswa kepada sekira 700 anak SD dan SMP. Hingga Maret 2015, PT Dian Niaga Yogyakarta turut dalam program Bedah Rumah sebanyak 3 kali.

Pemberdayaan Kulon Progo

Bupati Kulon Progo sangat berterimakasih dan menyatakan salut kepada PT Dian Niaga Yogyakarta yang telah ikut menghidupkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat Kulon Progo. Karena, untuk mengembangkan masyarakat, membutuhkan orang-orang bersemangat tinggi dan punya jiwa enterpreneur.

“Karena, masyarakat kita itu, kalau diminta kerja keras bisa, tetapi jika berpikir keras dan berpikir enterpreneur, itu mungkin hanya 4 persen. Dari 100 orang, mungkin hanya 4 orang yang bisa diajak berpikir seperti Njenengan,” ujar Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo kepada Wakil Direktur Utama PT Dian Niaga Yogyakarta, Sugiyanto, di Rumah Dinas Bupati, Kamis (16/4/2015).

Bupati Hasto menyampaikan hal tersebut setelah menerima penjelasan Sugiyanto terkait apa yang telah dilakukan PT Dian Niaga Yogyakarta selama ini dan beberapa rencana pemberdayaan masyarakat Kulon Progo.

Sugiyanto menyampaikan permohonan kepada Bupati terkait dukungan infrastruktur jalan masuk gang di Dusun Tegalsari RT 05/RW 03 Purwosari, Girimulyo. Jalan tersebut saat ini ambles, padahal merupakan jalur ekonomi untuk mengangkut bahan baku.

Menanggapi hal tersebut, Bupati akan melihat dahulu status kewenangan jalan tersebut, apakah desa atau kabupaten.

Bupati siap membantu tungku, jika ada kelompok masyarakat yang akan memproduksi minyak kopra. Hal ini sesuai harapan bupati agar tidak menjual kelapa dalam bentuk bahan baku, tetapi dalam bentuk bahan jadi; siap konsumsi dalam bentuk minyak.