EATOF 2015, Kemitraan Strategis Pariwisata Asia Timur

BERSALAMAN - Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam IX bersalaman dengan Secretary General EATOF Lee Jooik saat pembukaan EATOF 2015 di Hotel Eastparc Yogyakarta. (Foto: Humas DIY)
BERSALAMAN – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam IX bersalaman dengan Secretary General EATOF Lee Jooik saat pembukaan EATOF 2015 di Hotel Eastparc Yogyakarta. (Foto: Humas DIY)

Banguntapan, JOGJADAILY ** Penyelenggaraan Standing Committe East Asia Inter-regional Tourism Forum (EATOF) 2015 sangat penting dan strategis untuk meningkatkan akses kerja sama bidang kepariwisataan yang lebih intensif antar-negara di lingkup Asia Timur.

“Melalui forum ini, harapannya dapat tercapai satu kesepahaman untuk terus memperkuat kemitraan strategis yang lebih bermanfaat dan saling menguntungkan, baik dalam konteks kerja sama bilateral, regional, maupun global,” ujar Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam IX, atas nama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat membuka secara resmi EATOF 2015 di Hotel Eastparc Yogyakarta, akhir bulan lalu.

Ia menjelaskan, organisasi internasional seperti PBB, Bank Dunia, dan World Tourism Organization (WTO), telah mengakui bahwa pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi.

Berawal dari kegiatan yang semula hanya dinikmati oleh segelintir orang relatif berpunya pada awal abad ke-20, kini pariwisata telah menjadi bagian dari hak asasi manusia, sebagaimana dinyatakan oleh John Naisbitt dalam bukunya Global Paradox, where once travel was considered a privilege of the moneyed elite, now it is considered a basic human right.

“Kondisi ini terjadi tidak hanya di negara maju, akan tetapi mulai dirasakan pula di negara berkembang, termasuk Indonesia,” kata Wakil Gubernur, seperti dirilis Humas DIY.

EATOF 2015 diikuti oleh 29 orang delegasi dari Gangwon Korea Selatan, Luang Prabang Laos, Quảng Ninh Vietnam, Sarawak Malaysia, Siem Reap Kamboja, Tottori Jepang, Tuv Mongolia, Yogyakarta Indonesia, dan Sekretariat EATOF.

Acara dibuka Wakil Gubernur DIY bersama Secretary General EATOF Lee Jooik. Salah satu pembahasan forum adalah tentang pameran pariwisata (Tourism Expo) di Yogyakarta tahun 2016. Para delegasi melakukan kunjungan ke Candi Borobudur, Merapi Volcano Museum, Merapi Volcano National Park, dan Lava Tour Merapi yang sangat menantang.

Hadir sebagai delegasi Yogyakarta Indonesia, yakni Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam IX, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Didik Purwadi, dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Hero Darmawanta.

Sejarah EATOF

EATOF didirikan di Gangwon Korea Selatan pada 2000 oleh sembilan provinsi dari sembilan negara yang concern pada pariwisata Asia Timur. Kini, EATOF beranggotakan 12 provinsi dari 12 negara.

Mereka adalah Gangwon Korea Selatan, Yogyakarta Indonesia, Cebu Filipina, Tottori Jepang, Jilin Tiongkok, Sarawak Malaysia, Chiang Mai Thailand, Tuv Mongolia, Primorsky Rusia, Quảng Ninh Vietnam, Luang Prabang Laos, dan Siem Reap Kamboja.

Selain melakukan pertukaran informasi seputar kebijakan dan industri pariwisata, EATOF juga membangun program bersama untuk mempromosikan pariwisata Asia Timur.