Ekspor Kerajinan, PT Wisanka Klaten Siap Bekerja Sama dengan Pengrajin Kulon Progo

SIAP EKSPOR - Kursi produksi PT Wisanka siap ekspor. (Foto: Kemenperin)
SIAP EKSPOR – Kursi produksi PT Wisanka siap ekspor. (Foto: Kemenperin)

Klaten, JOGJADAILY ** Salah satu perusahaan eksportir kerajinan berpengalaman, PT Wisanka Klaten, memberi peluang lebar kepada pengrajin kecil di mana pun, termasuk Kulon Progo, asal hitungan bisnisnya masih bisa ditoleransi.

“Untuk melangkah lebih lanjut, PT Wisanka akan membutuhkan data, seperti jumlah tenaga, jumlah mesin yang dimiliki, dan juga setiap pengrajin akan dicoba untuk membuat sampel, baru akan melangkah ke tahap berikutnya,” ujar Purnomo Jati, mewakili PT Wisanka saat menerima Dekranasda Kulon Progo, Sabtu (11/4/2015).

Selain bekerja sama di bidang pengolahan kayu, melihat potensi batik dari Kulon Progo, PT Wisanka menyampaikan kemungkinan kerja sama pengadaan baju seragam karyawan. Setiap tiga bulan, PT Wisanka melakukan pengadaan seragam.

Purnomo berkisah, meskipun pada awalnya, tahun 1993, PT Wisanka hanya merupakan plasma dari perusahaan lain dengan 5 orang karyawan, dalam waktu 2 tahun telah berhasil menjadi eksportir produk sendiri.

“Saat ini, kami sudah menampung ratusan pekerja dan puluhan pengrajin khusus pengrajin kayu, serta memiliki 9 gudang di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, kami masuk jajaran atas permebelan nasional,” terang Purnomo.

Menimba Ilmu

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kulon Progo, Dwikisworo Setyowireni, mengatakan, kunjungan ke PT Wisanka Klaten merupakan langkah nyata peningkatan nilai tambah produk olahan kayu agar dapat lebih menyejahterakan masyarakat.

“Kami ingin belajar dari PT Wisanka. Kami mengajak para pengrajin dari Kulon Progo. Dalam kunjungan ini banyak ilmu yang diperoleh, mulai pentingnya riset, konsep desain, orisinalitas desain, keunikan produk, kualitas produk, pemanfaatan teknologi informasi, teknik pemasaran, hingga pentingnya kemitraan,” tutur Dwikisworo Setyowireni.

PT Wisanka memang sangat layak dijadikan tempat belajar. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kulon Progo, Niken Probo Laras, menambahkan, selain belajar, kunjungan diharapkan dapat menjalin kemitraan antara pengrajin kayu di Kulon Progo dengan PT Wisanka.

Pertemuan yang didukung Dinas Perindag ESDM Kabupaten Kulon Progo dan Dinas Perindag Kabupaten Klaten ini, setelah dilakukan diskusi dan tinjauan lapangan, dibahas pula langkah-langkah ke depan dalam melakukan kemitraan.

Dirilis Pemkab Kulon Progo, Sudarjo, seseorang pengrajin kayu dari Clapar, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, menyampaikan, bahan baku di Kulon Progo telah siap, berupa penghasil kayu jati dan mahoni, bahkan setiap hari dapat mengirim puluhan truk kayu. Melalui pertemuan tersebut, ia menanyakan syarat yang harus dikerjakan apabila hendak bermitra.