Entaskan Kemiskinan, Pemkab Kulon Progo Gandeng 10 Kampus DIY dan Alfamart

LAUNCHING - Haryono Suyono didampingi Bupati Hasto Wardoyo,Direktur Alfamart Solikhin,Kadinas Koperasi dan UMKM Sri Harmintarti, dan Pengurus KAKB saat launching bakpia waluh dan telur asin rasa soto. (Foto: Dinas Koperasi dan UMKM)
LAUNCHING – Haryono Suyono didampingi Bupati Hasto Wardoyo,Direktur Alfamart Solikhin,Kadinas Koperasi dan UMKM Sri Harmintarti, dan Pengurus KAKB saat launching bakpia waluh dan telur asin rasa soto. (Foto: Dinas Koperasi dan UMKM)

Wates, JOGJADAILY ** Untuk mengentaskan kemiskinan, penandatanganan MoU dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), dan 10 Perguruan Tinggi di Yogyakarta, Selasa (14/4/2015) di Gedung Kaca Pemkab Kulon Progo. Masing-masing bersepakat mengembangkan Posdaya dan UMKM Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB).

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Haryono Suyono dengan Yayasan Damandirinya dan 10 Perguruan Tinggi yang bersama-sama telah bersepakat untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Kulon Progo,” ujar Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo.

Bupati meminta SKPD agar memiliki sense of crisis terhadap kemiskinan di Kulon Progo. Hal ini diimplementasikan dengan adanya zakat, infak, dan sedekah dari para PNS yang mencapai Rp3,1 miliar selama satu tahun.

“Setiap minggu, SKPD juga mengikuti bedah rumah bersama masyarakat. Bedah rumah ini tanpa APBD, hanya dengan kepedulian sosial antara orang yang sudah mampu kepada yang mampu,” tutur Hasto, dirilis Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo.

Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Suratman mengatakan bahwa pihaknya mendapat inspirasi dari Gerakan Bangun Lingkungan Ekonomi Kreatif (GEBLEK) Kulon Progo, sehingga KKN yang ada di Kulon Progo seharusnya cerdas dan kreatif bersama para tokoh kelompok Posdaya.

Menurutnya, GEBLEK adalah kearifan lokal. UGM sebagai kelompok perguruan tinggi ESD (Education for Sustainable Development) dari UNESCO akan membawa inspirasi GEBLEK ke UNESCO.

Dalam kesempatan tersebut ditandatangani kesepakatan bersama antara Yayasan Damandiri dan Pemkab Kulon Progo dalam rangka Penguatan Kesepakatan 10 Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Perguruan tinggi tersebut adalah UGM, Universitas Mercubuana Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, STPMD APMD Yogyakarta, Universitas Janabadra Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Kesepakatan bersama itu berisi tentang pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia sebagai upaya pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) melalui pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo.

Selain itu, ditandatangani pula nota kesepahaman bersama antara Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dan Universitas Negeri Yogyakarta untuk mengadakan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta bidang lain yang disepakati.

Peran Alfamart

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, mengungkapkan, pihaknya telah membantu Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB) untuk memasarkan produknya melalui gerai Alfamart. Menurutnya, hal tersebut sebenarnya sesuai dengan visi perusahaan, yaitu supaya perusahaan dimiliki masyarakat luas, dan di Kulon Progo Alfamart diberi kesempatan untuk berpartisipasi melalui Tomira (Toko Milik Rakyat).

Mengenai kekhawatiran usaha di sekitar toko berjaringan akan mati, Solihin menegaskan, perusahaan akan berusaha supaya masyarakat sekelilingnya sejahtera. Hal itu dilaksanakan antara lain dengan Tomira. Ada juga program Toko Mitra Alfamart (TMA) dan Sales Store Point (SSP).

“SSP ini harus memberikan binaan untuk melayani warung-warung sekeliling Alfamart dengan mensuplai barang dengan harga khusus, sehingga bisa menjual dengan harga yang sama dengan Alfamart,” pungkasnya.