Festival Timur Tengah Universitas Indonesia, Ponpes UII Raih Juara Umum

JUARA UMUM - Kontingen Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil menyabet Juara Umum kategori mahasiswa dalam Festival Timur Tengah (FTT) di Universitas Indonesia Depok, Jumat malam (17/4/2015). (Foto: Humas UII)
JUARA UMUM – Kontingen Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil menyabet Juara Umum kategori mahasiswa dalam Festival Timur Tengah (FTT) di Universitas Indonesia Depok, Jumat malam (17/4/2015). (Foto: Humas UII)

Jakarta, JOGJADAILY ** Kontingen Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil menyabet Juara Umum kategori mahasiswa dalam Festival Timur Tengah (FTT) di Universitas Indonesia Depok, Jumat malam (17/4/2015). Prestasi ini diraih untuk pertama kalinya, sejak FTT diadakan pada 2009.

Kontingen terdiri dari Hanif Rahmat, Ahmad Musaddad Husain, Saiful Aziz, Tiyas Kurnia Sari, Wafa’, Siti Annisa Rahmayani, Muhammad Alim Hanafi, dan Tubagus Sukron Tamimi.

Festival Timur Tengah merupakan festival kebudayaan tahunan tingkat nasional yang diadakan Ikatan Keluarga Asia Barat (IKABA) Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).

Mengambil tagline ‘Harmoni Irama Padang Pasir’, FTT ke-6 kali ini menyuguhkan berbagai acara dan perlombaan, di antaranya Teater Amal, Seminar Musik Timur Tengah, Screening Film Timur Tengah, Arabian Scholarship, Career Expo, Lomba Pidato, Lomba Musikalisasi Puisi, Lomba Makan Kebab, Lomba Kaligrafi, Lomba Essay, Lomba Menyanyi Arab, dan Stand Up Comedy.

Festival dibuka Dekan FIB UI, Adrianus LG. Waworuntu, dihadiri beberapa Duta Besar dan perwakilan negara-negara kawasan Timur Tengah, perwakilan Pemda Depok, segenap sivitas akademik FIB UI serta 18 kontingen universitas se-Indonesia.

Selama empat hari berlangsungnya festival, Ponpes UII bersaing ketat dengan UI, Unpad, dan Universitas Trunojoyo. Namun, lantaran semua kontingen Pesantren UII tampil cukup bagus, menjadikan nilai kumulatif Pesantren UII tertinggi.

Koefisien nilai tertinggi disumbangkan tim debat pesantren UII, diwakili Saiful Aziz (FIAI), Tiyas Kurnia Sari (FE), dan Wafa’ (FPSB). Mereka meraih Juara I Kategori Debat. Selain itu, Hanif Rahmat (FMIPA) yang meraih Juara III Esai, disusul Ahmad Musaddad Husain (FE), Muhammad Alim Hanafi (FTSP), dan Siti Annisa Rahmayani (FIAI).

“Saya menyambut bahagia kemenangan ini. Kemenangan sebenarnya bukanlah tujuan utama dalam mengikuti festival ini, namun lebih kepada sebuah kesempatan untuk mengasah dan mengukur kemampuan dalam berbahasa arab. Namun, apabila ada kemenangan yangdi dapatkan itu adalah buah manis dari usaha tulus yang telah diupayakan,” ujar Tiyas Kurnia Sari, salah satu delegasi UII, mahasiswi Program Studi Akuntansi International Program 2014.

Dirilis Humas UII, Ketua Kontingen, Saiful Aziz, mengungkapkan ucapan terima kasih kepada pihak Rektorat, Dekanat, Pondok Pesantren UII, serta pihak-pihak yang mendukung secara material maupun moral.

Tentang Ponpes UII

Pondok Pesantren UII diresmikan Bupati Sleman pada 2 Oktober 1996. Pada tahun pertama, 1996-1997, Ponpes diperuntukkan bagi Fakultas Syariah dan Fakultas Tarbiyah (sekarang Fakultas Ilmu Agama Islam). Memasuki tahun kedua dan seterusnya, Ponpes dibuka untuk seluruh fakultas yang ada di lingkungan UII. Karena keterbatasan sarana dan prasarana, sampai saat ini pesantren UII hanya ditujukan bagi mahasiswa atau santri putra.

Idealisme awal dibukanya program pesantren ini adalah dihasilkannya lulusan (output) yang akan kembali dan mengabdi di daerahnya masing-masing. Namun, dalam perjalanan waktu, idealisme awal mengalami pergeseran dan kepada lulusan diberikan ruang pengabdian lebih fleksibel, tanpa keharusan kembali ke daerah asal.

Kebijakan ini diambil dengan berbagai pertimbangan, di antaranya agar pelaksanaan pengabdian dapat dilakukan lebih efektif dan optimal, serta memberikan kemaslahatan jelas, bagi masyarakat secara umum maupun bagi lingkungan lembaga UII.