Hari Jadi Kabupaten Gianyar ke-244 Pentaskan Seni dan Budaya DIY

MALAM KESENIAN - Pemkab Sleman mementaskan Tari Kridho Jatirasa, memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-244, Minggu (26/4/2015), di Balai Budaya Gianyar. (Foto: Humas Sleman)
MALAM KESENIAN – Pemkab Sleman mementaskan Tari Kridho Jatirasa, memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-244, Minggu (26/4/2015), di Balai Budaya Gianyar. (Foto: Humas Sleman)

Gianyar, JOGJADAILY ** Seniman DIY berpartisipasi memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-244, menampilkan sejumlah karya kesenian, Minggu (26/4/2015), di Balai Budaya Gianyar. Pementasan kesenian bertajuk ‘Jogja Istimewa’ tersebut melibatkan 300 penari , serta mendapat sambutan meriah dari pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar, undangan, dan masyarakat.

Kabupaten Bantul menampilkan sajian upacara adat wiwitan yang menggambarkan kehidupan masyarakat petani mulai menanam padi hingga panen. Kota Yogyakarta menampilkan Tari Sekar Pudyastuti dan Tari Lawung Alit. Kulon Progo menampilkan musik kreatif. Wayang orang ditampilkan Dinas Kebudayaan DIY.

Pemkab Sleman membawa rombongan kesenian Sleman mementaskan Tari Kridho Jatirasa, yakni kesenian tari yang menggambarkan ungkapan ekspresi rasa persatuan dan kesatuan yang merupakan lukisan eksistensi seni dari DIY.

Tari ini dikemas dalam medlei gabungan potensi seni unggulan DIY, yakni Angguk dari Kulon Progo, Badui dari Sleman, Tayub dari Gunung Kidul, Montro dari Bantul, dan Reog Keprajuritan dari Kota Yogyakarta.

Kolaborasi indah nan harmoni yang tersaji terebut digarap Sutradara Agus Sukino dengan penata tari Nurul Dwi Utami serta penata musik Sukoco. Tarian didukung 18 penari dan 9 pengrawit.

Dirilis Humas Pemkab Sleman, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, mengharapkan, sajian seni pertunjukan di Bali dapat lebih mengenalkan potensi budaya DIY di kalangan masyarakat Bali sekaligus wisatawan asing di lokasi pertunjukan.

Tari Kridha Jatirasa juga merupakan ungkapan ekspresi rasa persatuan dan kesatuan. Dalam tarian ini, penari mengajak atau mendaulat hadirin untuk menari bersama seperti layaknya tari Joged di Bali.

Pementasan juga dimeriahkan dengan Fashion Show dari Kabupaten Gunungkidul yang menampilkan kain tradisional Batik dan Lurik. Pagelaran seni diakhiri Fragmen Tari Klasik Gaya Yogyakarta dan dilanjutkan serah terima cinderamata.

Keeratan Jogja dan Bali

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, mengatakan, pagelaran seni DIY sebagai wujud partisipasi memeriahkan HUT Kota Gianyar. Apalagi DIY dan Gianyar khususnya kaya akan kesenian daerah.

“Dalam kesempatan ini kami ingin bertukar kesenian dalam bentuk pagelaran seni,” ujarnya, dirilis Humas Pemkab Gianyar.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Gianyar, Cok Rai Widiarsa, mengharapkan, melalui pagelaran seni dari Yogyakarta ini makin mempererat rasa kekeluargaan, sehingga kesenian di Indonesia makin lestari.