Hari Kartini, Sebuah Cita-cita Kemandirian Ekonomi Keluarga

HARI KARTINI - Dilaog interaktif acara Jogja Istimewa TVRI Stasiun Yogyakarta bertema ‘Kemandirian Ekonomi Keluarga Merupakan Cita-Cita RA. Kartini’, Kamis (16/4/2015). (Foto: Humas DIY)
HARI KARTINI – Dilaog interaktif acara Jogja Istimewa TVRI Stasiun Yogyakarta bertema ‘Kemandirian Ekonomi Keluarga Merupakan Cita-Cita RA. Kartini’, Kamis (16/4/2015). (Foto: Humas DIY)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Perempuan adalah aset bangsa dan jumlahnya lebih banyak dari laki-laki, sehingga keberadaannya dapat dipandang sebagai potensi ekonomi. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya bila dimaksimalkan.

“Sungguh pun demikian, bekerja tidak harus menimbulkan masalah yang lebih besar dalam keluarga, sebagaimana peran khusus perempuan sebagai ibu dan istri,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY, Kristiana Swasti, saat acara Jogja Istimewa TVRI Stasiun Yogyakarta bertema ‘Kemandirian Ekonomi Keluarga Merupakan Cita-Cita RA. Kartini’, Kamis (16/4/2015).

Menurut Kristiana, sasaran binaan BPPM DIY sejak 2009 diarahkan kepada kelompok rawan marginal di DIY dengan digulirkannya Program Desa Maju Mandiri (Desa Prima). Kuantitas kelompok ini kurang lebih 176 ribu Orang, terdiri dari 50 Kelompok yang tersebar di beberapa kecamatan.

Dialog interaktif TVRI tersebut digelar Biro Umum Humas dan Protokol Sekretariat Daerah DIY menjelang Hari Kartini, Selasa (21/4/2015). Acara mengupas dan membumikan semangat RA. Kartini yang tersirat dalam bukunya, Habis Gelap Terbitlah Terang.

Sementara itu, Peneliti Senior Pusat Studi Wanita UGM Yogyakarta, Sinarti, memberikan gambaran, sekarang perempuan telah sangat maju dan terbukti memperoleh posisi strategis dalam berbagai aspek.

“Tetapi hasil penelitian menunjukkan hal itu belum dapat merata. Sebagai contoh, prestasi pendidikan perempuan persentasenya masih di bawah laki-laki. Hal ini jelasnya, karena bila terjadi keterbatasan ekonomi dalam keluarga, sering kali titik berat pendidikan lebih diutamakan kepada laki-laki,” ungkapnya.

Sinarti berpendapat, pengembangan ekonomi bagi perempuan merupakan solusi peningkatan ekonomi keluarga, dengan menerapkan strategi yang saling berkontribusi dalam semangat ‘Anak Sukses Keluarga Beres’.

Kemandirian Ekonomi

Ketua Hari Kartini DIY yang juga Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) DIY, Dyah Suminar, menambahkan, peringatan Hari Kartini diharapkan memiliki makna di luar seremonial.

“Nilai kesetaraan gender menuju kemandirian ekonomi dengan kegiatan yang didukung BPPM DIY, BKOW, Dharma Wanita, PKK, Bhayangkari, dan Dharma Pertiwi diarahkan pada kegiatan ekonomi oleh perempuan,” terangnya.

Dirilis Humas DIY, memperingati Hari Kartini, dilaksanakan pula donor darah, baksos 175 UMKM perempuan, dan senam massal untuk keakraban, serta lomba motivator UMKM Perempuan.

Dyah yang juga pelaku usaha ini menjelaskan pentingnya peningkatan manajemen usaha yang baik bagi perempuan.

“Sekarang ini, kemajuan teknologi memungkinkan (manajemen usaha) dilakukan, tanpa harus meninggalkan keluarga. Di samping itu, yang lebih penting adalah perlu ditumbuhkan komitmen saling menghargai kesuksesan dan saling support dalam keluarga,” pungkasnya.

Dialog interaktif Jogja Istimewa diikuti para peserta Kelurahan Bumijo, Forum Komunikasi Perempuan Politik DIY, PGRI Sleman, dan SKPD DIY, serta dimeriahkan kejenakaan panggung Agus dan Bambang Cs.