Humas DIY Dorong SKPD Tingkatkan Kualitas Produk Media Komunikasi Publik

MEDIA PEMERINTAH - Pelatihan FGD Penerbitan Biro UHP DIY angkatan I, Senin (27/4/2015) di Gedung Unit IX Lantai III Kompleks Kepatihan Yogyakarta. (Foto: Humas DIY)
MEDIA PEMERINTAH – Pelatihan FGD Penerbitan Biro UHP DIY angkatan I, Senin (27/4/2015) di Gedung Unit IX Lantai III Kompleks Kepatihan Yogyakarta. (Foto: Humas DIY)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Sumberdaya alam adalah faktor strategis dalam semua kegiatan penerbitan atau media komunikasi publik yang dilakukan Pemda DIY. Dengan SDM andal dan berkompetensi teknis, sangat menyumbang dalam menghasilkan nilai tambah bagi kemajuan institusi, terutama sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam hal penyampaian informasi kebijakan, sekaligus sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat.

“SDM yang berkecimpung dalam produk penerbitan perlu mengetahui landasan moral dan etika sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik, menegakkan integritas, dan profesional, dengan menaati kode etik dan menggunakan bahasa jurnalistik secara umum, yaitu bahasa dengan ciri padat sederhana, jelas, lugas dan menarik,” ujar Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Sigit Haryanta.

Sigit membuka Pelatihan FGD angkatan I, Senin (27/4/2015) di Gedung Unit IX Lantai III Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Ia mengatakan, sejumlah SKPD pengelola penerbitan, kekurangan sumberdaya manusia andal dan berkompeten di bidang tulis-menulis, serta kurang mengetahui kode etik dan bahasa jurnalistik.

Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Iswanto, menambahkan, tujuan FGD, selain memberikan pemahaman tatacara tulis-menulis untuk penerbitan, juga untuk mendapatkan pencerahan narasumber di bidangnya tentang kode etik dan teknik jurnalistik.

Dirilis Humas DIY, peserta berjumlah 50 orang berasal dari berbagai isntansi di lingkungan Pemda DIY, praktisi Humas Kabupaten Kota se-DIY, dan dari Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY.

Salah satu peserta Pelatihan FGD, Slamet, mengatakan, setiap SKPD atau instansi memiliki produk penerbitan, baik brosur, berita kegiatan di website, buletin, maupun leaflet. Namun, dalam penerbitannya terkadang kurang memenuhi kaidah jurnalistik, seperti etika dan kaidah lainnya.

“Dengan mengikuti FGD, saya bisa tahu dan paham, sehingga nantinya dalam tulis-menulis bahan penerbitan akan lebih baik lagi. Di samping itu, diharapkan pelatihan ini tidak hanya berhenti di sini saja. Ada pelatihan-pelatihan selanjutnya yang bisa memberi tambahan pengetahuan terhadap petugas tulis-menulis pengelola penerbitan,” tutur Slamet.

Website Desa

Belum lama ini, Pemerintah Kulon Progo memfasilitasi pembuatan website hingga tingkat desa. Kini, informasi desa dapat diakses langsung oleh publik. Selain profiling, website desa sangat penting menggalang diseminasi aspirasi desa. Karena, desa adalah tumpuan pembangunan daerah.

“Pemerintah Desa di seluruh wilayah Kecamatan Lendah yang terdiri enam desa meliputi Desa Bumirejo, Desa Wahyuharjo, Desa Sidorejo, Desa Gulurejo, Desa Ngentakrejo, dan Desa Jatirejo kini telah mempunyai website desa,” ujar Kabag TI dan Humas Setda Kulon Progo, Rudy Widiyatmoko, saat pelatihan pengelolaan website desa di Kecamatan Lendah, Kamis (16/4/2015).

Desain website desa dibuat Sub Bagian Teknologi Informasi Bagian TI dan Humas Setda Kabupaten Kulon Progo. Sementara untuk teknis pengisian menu dan pengelolaan selanjutnya diserahkan pada masing-masing desa, termasuk ketersediaan jaringan internet.

Rudy berharap, dengan telah dibuatkannya website setelah dilatih dapat dimanfaatkan oleh masing-masing desa untuk memberikan layanan informasi, baik profil desa, anggaran desa, dan kegiatan-kegiatan masyarakat.

“Setelah ada website tolong untuk dikelola dengan sebaik-baiknya. Kami hanya membuatkan websitenya serta membantu pelatihan bagaimana mengisi content atau menu-menu yang ada, termasuk teknis penulisan berita, sedangkan jaringan internet menjadi tanggung jawab masing-masing desa. Terlebih adanya dana desa, jangan lupa untuk dianggarkan tentang Teknologi Informasi agar tidak tertinggal di era global ini,” terang Rudy.

Pada kesempatan tersebut, diadakan pula pelatihan pengelolaan website desa di Kecamatan Lendah oleh Bagian TI dan Humas Setda Kulon Progo.

Camat Lendah, Sumiran, menambahkan, dengan adanya website desa se-Kecamatan Lendah, diharapkan semua informasi di masing-masing desa bisa mudah dan cepat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan informasi.