Mei 2015, DIY Implementasikan Gasmin Batubara pada Industri Kecil

KEMBANGKAN ENERGI - Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan ESDM, FX Sutijastoto, serta Wakil Gubernur DIY, Paku Alam IX., menandatangani kesepakatan pengembangan energi. (Foto: Humas DIY)
KEMBANGKAN ENERGI – Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan ESDM, FX Sutijastoto, serta Wakil Gubernur DIY, Paku Alam IX, menandatangani kesepakatan pengembangan energi. (Foto: Humas DIY)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral Pemda DIY menandatangani kesepakatan bersama tentang kerja sama penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan diversifikasi energi di DIY, Selasa (21/4/2015) di Gedung Pracimasono, Kepatihan Yogyakarta.

Penandatanganan dilakukan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan ESDM, FX Sutijastoto, dan Gubernur DIY yang diwakili Wakil Gubernur DIY, Paku Alam IX.

Dilakukan pula penandatanganan kerja sama pengembangan dan implementasi gasmin batubara untuk industri kecil dan menengah di DIY oleh, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Kapuslitbang Tekmira) Dede Ida Suhendra dengan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah DIY Riyadi Ida Bagus Salyo Subali disaksikan Wagub DIY dan Kapuslitbang ESDM.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengimplementasikan hasil penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan diversifikasi energi yang diawali dengan pengembangan implementasi gasmin batubara untuk industri kecil menengah,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah DIY, Riyadi Ida Bagus Salyo Subali.

Ia menjelaskan, implementasi gasmin batubara dimulai pada industri alumunium di Sorogenen Yogyakarta, industri kecil menengah tahu di Tuksono Kulon Progo, dan industri menengah minyak atsiri di Kulon Progo.

“Tiga gasmin yang akan diimplementasikan tersebut sedang dalam proses pabrikasi di Jawa Barat yang diperkirakan akan diimplementasikan pada bulan Mei 2015 ini,” tutur Riyadi, dirilis Humas DIY.

Pengembangan teknologi alternatif berbasis batubara, sambungnya, untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam penghematan bahan bakar minyak.

“Sasarannya mencakup industri kecil menengah maupun sektor lain, seperti pertanian, perkebunan, energi lainnya, serta perguruan tinggi terkait,” terangnya.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan ESDM, FX Sutijastoto, menambahkan, hasil penelitian Puslitbang Kementerian ESDM untuk menghasilkan inovasi peningkatan nilai tambah dalam bentuk final plan sekaligus implementasi hasil litbang melalui komersialisasi dan hilirisasi.

“(Hal ini) akan mempunyai dampak ketahanan energi di satu sisi. Di sisi lain akan mempunyai nilai tambah dalam bentuk investasi tumbuhnya industri hilir dan partisipasi lapangan kerja,” ucapnya.

Ketahanan Energi Nasional

Dengan kerja sama ini, Gubernur DIY berharap, dapat mengoptimalkan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan diversifikasi energi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

“Salah satu kekayaan alam yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional secara berkelanjutan adalah energi. Kekayaan energi yang dimiliki Indonesia tidak hanya berkaitan dengan jumlahnya saja, melainkan juga keberagamannya,” ujar Wakil Gubernur DIY, Paku Alam IX, saat menyampaikan amanat Gubernur DIY.

Penelitian dan pengembangan energi, menurut Sultan, menunjang pembangunan nasional. Selain itu, penganekaragaman jenis-jenis energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai energi alternatif juga penting.