Musrenbang DIY 2015 Pertegas Cita-cita Renaisans Yogyakarta

PENUTUPAN - Musrenbang DIY 2015 ditutup Gubernur DIY, Rabu (1/4/2015), di Hotel Garuda Yogyakarta. (Foto: Humas DIY)
PENUTUPAN – Musrenbang DIY 2015 ditutup Gubernur DIY, Rabu (1/4/2015), di Hotel Garuda Yogyakarta. (Foto: Humas DIY)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) DIY 2015 dinyatakan selesai oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, kemarin, Rabu (1/4/2015), di Hotel Garuda Yogyakarta. Musrenbang menjadi bagian integral perencanaan lima tahunan DIY.

Tema yang diambil tahun ini adalah ‘Mendayagunakan dan Memantapkan Pembangunan Daerah’ dalam wujud SDM yang unggul, kesehatan yang terjamin, tingkat kemiskinan yang turun, tingkat pengangguran yang turun, ekonomi yang tumbuh dan merata, serta infrastruktur mantap.

“(Semua itu dilandasi) dengan semangat nilai-nilai dasar budaya menuju cita-cita Renaisans Yogyakarta,” ujar Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto, seperti dirilis Humas DIY.

Tavip melaporkan, keseluruhan proses Musrenbang DIY 2015 dilaksanakan dengan melibatkan stakeholder seluas-luasnya, baik dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Keuangan, Instansi Vertikal di DIY, Unit Kerja dan SKPD di DIY maupun Kabupaten/Kota, swasta, LSM maupun Kelompok Masyarakat, dan unsur terkait lain.

Ketimpangan Antar-Wilayah DIY

Dalam sambutannya, Gubernur DIY mengatakan, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) DIY tahun 2016 menjadi bagian strategis, mendukung capaian sasaran nasional dalam RKP 2016 dan RPJMN 2015-2019.

Tema RKP 2016 adalah ‘Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Meletakkan Fondasi Pembangunan yang Berkualitas’.

“Maka langkah selanjutnya adalah melakukan sinkronisasi/penyelarasan antara prioritas program-kegiatan DIY dengan prioritas program-kegiatan Pembangunan Nasional, melalui forum trilateral meeting yang dikoordinasikan oleh Bappenas dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas),” jelas Sultan.

Ia mengingatkan, masih banyak permasalahan yang menghambat percepatan pembangunan, termasuk yang menghambat realisasi investasi pada saat ini.

“Saya berharap, hasil dari forum tematik dalam Musrenbang selama ini dapat lebih dipertajam lagi menjadi penanganan lintas sektor yang lebih terfokus sasarannya,” tuturnya.

Gubernur mencontohkan, kemiskinan DIY yang masih relatif tinggi yakni 14,55 persen (BPS 2014), ketimpangan antar-wilayah di DIY yang semakin melebar, yakni 44,32 persen pada 2009 menjadi 44,79 persen pada 2014.

“Siapa melakukan apa dan di mana dilakukan, menjadi lebih jelas serta terfokus sasarannya,” tegas Gubernur.

Penutupan Musrenbang DIY 2015 ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur DIY, didampingi Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto dan Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto.

Anugerah penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha diberikan kepada tiga kabupaten/kota yang terpilih dalam perencanaan tahunan terbaik (RKPD 2015 terbaik), yaitu Kabupaten Sleman(skor 3,37), Kabupaten Kulon Progo(skor 2,97), Kota Yogyakarta (skor 2,54).