Optimalkan Informasi Desa, Enam Desa Kecamatan Lendah Kulon Progo Kini Miliki Website

WEBSITE DESA - Kini semua desa di Kecamatan Lendah telah memiliki website desa. (Foto: Gusti7070 WordPress)
WEBSITE DESA – Kini semua desa di Kecamatan Lendah telah memiliki website desa. (Foto: Gusti7070 WordPress)

Lendah, JOGJADAILY ** Pemerintah Kulon Progo memfasilitasi pembuatan website hingga tingkat desa. Kini, informasi desa dapat diakses langsung oleh publik. Selain profiling, website desa sangat penting menggalang diseminasi aspirasi desa. Karena desa adalah tumpuan pembangunan daerah.

“Pemerintah Desa di seluruh wilayah Kecamatan Lendah yang terdiri enam desa meliputi Desa Bumirejo, Desa Wahyuharjo, Desa Sidorejo, Desa Gulurejo, Desa Ngentakrejo, dan Desa Jatirejo kini telah mempunyai website desa,” ujar Kabag TI dan Humas Setda Kulon Progo, Rudy Widiyatmoko, saat pelatihan pengelolaan website desa di Kecamatan Lendah, Kamis (16/4/2015).

Desain website desa dibuat Sub Bagian Teknologi Informasi Bagian TI dan Humas Setda Kabupaten Kulon Progo. Sementara untuk teknis pengisian menu dan pengelolaan selanjutnya diserahkan pada masing-masing desa, termasuk ketersediaan jaringan internet.

Rudy berharap, dengan telah dibuatkannya website setelah dilatih dapat dimanfaatkan oleh masing-masing desa untuk memberikan layanan informasi, baik profil desa, anggaran desa, dan kegiatan-kegiatan masyarakat.

“Setelah ada website tolong untuk dikelola dengan sebaik-baiknya. Kami hanya membuatkan websitenya serta membantu pelatihan bagaimana mengisi content atau menu-menu yang ada, termasuk teknis penulisan berita, sedangkan jaringan internet menjadi tanggung jawab masing-masing desa. Terlebih adanya dana desa, jangan lupa untuk dianggarkan tentang Teknologi Informasi agar tidak tertinggal di era global ini,” terang Rudy.

Pada kesempatan tersebut, diadakan pula pelatihan pengelolaan website desa di Kecamatan Lendah oleh Bagian TI dan Humas Setda Kulon Progo.

Camat Lendah, Sumiran, menambahkan, dengan adanya website desa se-Kecamatan Lendah, diharapkan semua informasi di masing-masing desa bisa mudah dan cepat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan informasi.

Dorong BUMDes

Salah satu instrumen yang dapat dikembangkan desa untuk dapat berdaya adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Pendirian BUMDesa memerlukan perencanaan akademisi, tidak hanya unsur masyarakat, agar sesuai karakteristik budaya dan potensi asli desa, serta memiliki kelayakan usaha, baik profitabilitas, keberlanjutan, dan tidak merusak lingkungan.

“Secara umum, desa membutuhkan peran Pemerintah Daerah untuk mengadvokasi bagaimana ‘berhadapan’ dengan pola baru dari Dana Desa. Di sisi lain, soal kapasitas desa, dirasa masih perlu dukungan dari pihak kampus,” ujar analis fiskal, Itmam Fadhlan, kepada Jogja Daily, Sabtu (4/4/2015).

Penguatan kelembagaan masyarakat, baik RT, RW, Dusun atau Kampung, sambung Itmam, mutlak dikerjakan agar proses pembangunan berjalan efektif.

Itmam menambahkan, BUMDesa adalah salah satu instrumen pembangunan desa dengan jalan memberdayakan masyarakat dalam menggerakkan perekonomian. Masyarakat yang berdaya akan meningkatkan kapasitas desa dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi, sehingga kondusivitas dan kesejahteraan dapat tercapai bersama.

“Aspirasi masyarakat merupakan input sekaligus perekat pembangunan. Permasalahan yang sering kali kompleks akan lebih efektif ditangani ketika mendapat banyak masukan aspirasi masyarakat,” katanya.

Ketika mengetahui aspirasinya didengarkan oleh pengambil keputusan, akan timbul rasa kepemilikan dan kesatuan dari proses pembangunan yang ada di daerahnya. Itmam menilai, masyarakat yang telah menjadi bagian dari pembangunan akan berperan aktif dan turut ambil bagian dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan, sehingga tujuan pembangunan akan mudah tercapai.

“Hal lain yang menarik diperhatikan pula adalah peran pemimpin, dalam hal ini kepala desa, yang memiliki visi jelas dalam membawa iklim birokrasi yang baik (good governance) dan peka terhadap permasalahan di masyarakat, sehingga mampu menemukan gagasan-gagasan solusi secara tepat dari permasalahan-permasalahan yang ada di daerahnya,” pungkas Itmam.