Perpanjangan Kerja Sama UII dan Pemkab Sleman Prioritaskan UMKM dan Kemiskinan

PERPANJANGAN - Bupati Sleman Sri Purnomo dan Rektor UII Harsoyo dalam penandatanganan MoU di Kantor Sekda Sleman, Rabu (22/4/2015). (Foto: Pemkab Sleman)
PERPANJANGAN – Bupati Sleman Sri Purnomo dan Rektor UII Harsoyo dalam penandatanganan MoU di Kantor Sekda Sleman, Rabu (22/4/2015). (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Dinilai baik dalam menjalankan program pengembangan dan pemberdayaan sumberdaya daerah, Universitas Islam Indonesia (UII) dan Pemerintah Kabupaten Sleman kembali melakukan penandatanganan kesepakatan bersama.

Dirilis Humas UII, penandatanganan dilakukan Rektor UII, Harsoyo, dan Bupati Kabupaten Sleman, Sri Purnomo, di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (22/4/2015).

“Penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan merupakan kelanjutan dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan UII yang selama ini telah terjalin dengan sangat produktif,” ujar Harsoyo.

Selama beberapa tahun terakhir, menurutnya, UII dan Pemerintah Kabupaten Sleman telah aktif berkolaborasi dalam mendampingi UMKM di wilayah Sleman, seperti pembentukan Community Based Development untuk Pemberdayaan Sentra Industri Kerajinan Bambu, Dusun Brajan, Desa Sendang Agung Kecamatan Minggir.

“Selain itu, kerja sama institusi juga telah dilaksanakan pada level fakultas, seperti dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, dan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya,” katanya.

Harsoyo menuturkuan, penandatanganan kesepakatan bersama antara UII dan Pemerintah Kabupaten Sleman selain untuk memperpanjang kesepakatan bersama yang telah ditandatangani pada 2007, juga untuk lebih memperkuat dan menyatukan kerja sama yang selama ini telah terjalin secara parsial antar-unit, menjadi lebih terintegrasi dengan adanya kesepakatan di bawah payung universitas.

Penanganan Kemiskinan

Bupati Sri Purnomo menyampaikan terima kasih kepada UII yang telah mendukung peningkatan sumberdaya manusia dan kualitas masyarakat di Kabupaten Sleman, sehingga dapat mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki. Menurutnya, permasalahan yang ada mendesak untuk dicarikan solusi, seperti belum optimalnya penanganan kemiskinan.

”Kami berupaya menjadikan program penanggulangan kemiskinan sebagai program wajib dalam penyelenggaraan pemerintahan. Tetapi juga tanpa adanya kerja sama yang baik dengan perguruan tinggi maupun lembaga penelitian, program ini tidak akan berjalan maksimal,” paparnya.