Petakan Kemiskinan, BKKPPKB Bantul Gunakan Ina-Geoportal

INFO GEOSPASIAL - BKKPPKB Bantul dan BIG menandatangani kerja sama pemetaan potensi keluarga miskin dan pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan informasi geospasial yang diintegrasikan dengan Ina-Geoportal, Selasa (17/2/2015) di Aula Utama BIG Bogor. (Foto: BKKPPKB Bantul)
INFO GEOSPASIAL – BKKPPKB Bantul dan BIG menandatangani kerja sama pemetaan potensi keluarga miskin dan pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan informasi geospasial yang diintegrasikan dengan Ina-Geoportal, Selasa (17/2/2015) di Aula Utama BIG Bogor. (Foto: BKKPPKB Bantul)

Banguntapan, JOGJADAILY ** Bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan STMIK Akakom Yogyakarta, Badan Kesejahteraan Keluarga, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (BKKPPKB) Kabupaten Bantul menggelar Workshop Implementasi Ina-Geoportal untuk Pemetaan Kemiskinan di Kabupaten Bantul, Senin-Selasa (30-31/3/2015).

Dirilis BKKPPKB Bantul, workshop diselenggarakan di Ruang PPIG Kampus STMIK Akakom, Jalan Raya Janti nomor 143, Karang Jambe, Banguntapan, Bantul.

“Kondisi saat ini, banyak instansi yang mengumpulkan dan mengelola beragam data geospasial untuk tujuan masing-masing, sehingga tercipta duplikasi informasi dan duplikasi alokasi sumberdaya. Sulit untuk menciptakan value added information. Dengan adanya Ina-Geospasial, informasi dapat berbagi pakai,” ujar pemateri dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial BIG, Suseno.

Ina-Geoportal atau Indonesia-Geospatial Portal merupakan geoportal nasional sebagai wujud implementasi keterbukaan informasi yang juga bagian dari amanat Undang-undang Informasi Geospasial. Ina-Geoportal dibangun dengan partisipasi berbagai kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah di Indonesia.

“Berdasarkan Perpres No. 27/2014 dikatakan bahwa untuk memberikan kemudahan dalam berbagi pakai dan penyebarluasan informasi geospasial perlu mengoptimalkan jaringan informasi geospasial nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bidang informasi geospasial (IG),” terang Suseno.

Pemateri lain, Muhammad Hasannudin Yusa, mengatakan, tahapan pemetaan kemiskinan dilakukan dimulai dari persiapan, penggabungan data spasial dan tabular, visualisasi dan simbologi, hingga publish data sebagai REST service, dan akhirnya dapat membangun aplikasi map viewer menggunakan REST service.

Peserta workshop langsung mempraktikkan tahapan-tahapan tersebut sampai dapat menampilkan aplikasi berisi informasi data kemiskinan yang ada di Kabupaten Bantul.

Lebih Canggih dari Google Map

Ina-Geoportal dirancang lebih canggih dari Google Map. Menurut BIG, Google Map berdasarkan foto satelit jpeg, sementara Ina-Geoportal adalah peta interaktif untuk sharing, drag and drop, dan lain-lain, seperti GIS Application.

BIG meminta semua pihak untuk membuat peta tematis berdasarkan peta dasar yang telah disediakan BIG, yang selain gratis, mudah diakses, bisa dipertanggungjawabkan; bukan mengambil dari pihak selain BIG atau dari Google.

UU Nomor 4/2011 tentang Informasi Geospasial memberi wewenang kepada BIG sebagai satu-satunya lembaga yang membuat peta dasar. BIG membuat peta berdasarkan sistem jaring kontrol geodesi menggunakan layer kontur atau tiga dimensi.

Semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dapat mengintegrasikan data dan sharing dan menyajikannya ke dalam Ina-Geoportal, dengan syarat memiliki Pusat Data, Meta Data, dan Unit Kliring yang memvalidasi data.