Pluralitas Jogja Tinggi, Kebutuhan Informasi Intelijen cukup Tinggi

MAHASISWA ASING - Sejumlah mahasiswa asing yang belajar di UGM tengah bersepeda dalam orientasi pengenalan kampus 2015. (Foto: Humas UGM)
MAHASISWA ASING – Sejumlah mahasiswa asing yang belajar di UGM tengah bersepeda dalam orientasi pengenalan kampus 2015. (Foto: Humas UGM)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Pluralitas di Kota Yogyakarta sangat tinggi menyusul predikat Kota Pelajar dan Budaya yang disandang. Banyaknya kebudayaan yang ada berpotensi menimbulkan benturan budaya. Untuk itu, kebutuhan akan informasi yang didapatkan dari intelijen menjadi cukup tinggi.

“Dewasa ini, informasi memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan pemerintahan. Siapa yang memegang informasi, dialah yang mampu menguasai dunia. Negara yang kuat adalah negara yang intelijennya kuat, karena intelijen merupakan sumber informasi,” ujar Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono.

Dirilis Humas Kota Yogyakarta, Imam menerima kunjungan Tim Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Bintan di Ruang Rapat Wakil Walikota, Kompleks Balaikota Yogyakarta, Selasa (28/4/2015) Siang.

Imam didampingi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogyakarta, Sukamto, dan Tim Kominda Kota Yogyakarta, menyambut baik niat dan tujuan kedatangan Kominda Bintan. Ia berharap, kunjungan tersebut bisa dijadikan media silaturahmi sekaligus berbagi ilmu.

Sementara itu, Ketua Kominda Bintan, Sudarto, mengungkapkan alasan dijadikannya Kota Yogyakarta sebagai tujuan belajar mereka. Menurut Sudarto, Kota Yogyakarta dan Bintan memiliki kesamaan, yaitu sama-sama kota multikultur.

“Bintan merupakan daerah wisata sekaligus berbatasan langsung dengan dua negara, Singapura dan Malaysia. Hal ini menjadikan banyak ragam budaya yang masuk ke Bintan. Sementara kami melihat Jogja mampu menjaga lingkungannya tetap aman dan kondusif di tengah-tengah pluralitas yang ada. Inilah yang membuat kita tertarik belajar ke Jogja,” terang Sudarto.

Kunjungan rombongan Kominda Bintan dipimpin Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bintan, Karya Hermawan.

Jogja Miliki Kampus Terbanyak

Jogja adalah satu-satunya daerah pemilik kampus terbanyak di Indonesia. Menurut Sistem Informasi Manajemen Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, ada 130 kampus berdiri di Jogja, dengan rincian 22 universitas, 52 sekolah tinggi, 5 institut, 9 politeknik, dan 42 akademi.

Beberapa waktu lalu, secara khusus, Gubernur meminta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk ikut membina mahasiswa yang bersekolah di DIY supaya memiliki rasa kebangsaan dan tidak menjadi lost generation.

Gubernur menyampaikannya saat hadir dalam Bincang-Bincang KSAD dengan Aparat Pemerintah Daerah, DPRD, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda se-Daerah Istimewa Yogyakarta di Hotel Rich Yogyakarta, (20/4/2015).

Sementara itu, KSAD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, melalui paparan berjudul ‘Peran Abdi Negara dalam Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berketahanan Nasional yang Kuat’ mengingatkan adanya tren perang saat ini, yaitu Proxy War atau Perang Proxy.

“Perang Proxy sangat berbahaya karena kita tidak bisa mengetahui dengan pasti, siapa kawan maupun lawan, karena aktor-aktornya adalah non-state actor (aktor non-negara) yang dapat berwujud LSM, Ormas, kelompok masyarakat, maupun perorangan,” terang Gatot.

Untuk itu, ia memberikan langkah-kangkah konkret bagi abdi negara untuk menangkal Perang Proxy dengan mengembangkan kehidupan bangsa yang lebih sehat dan bertanggung jawab, mengidentifikasi dan mengenali masalah, membangkitkan semangat dan budaya gotong royong, menjadi ahli di bidangnya masing-masing, memperluas gerakan wirausaha, mengadakan komunitas belajar, serta membuat program pembentukan karakter.