Tangani Banjir, Pemkot Yogyakarta Koordinasikan SKPD Terkait

RESPONS BANJIR - Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono, memimpin Rapat Koordinasi dengan SKPD terkait, merespons banjir yang melanda sebagian Kota Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)
RESPONS BANJIR – Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono, memimpin Rapat Koordinasi dengan SKPD terkait, merespons banjir yang melanda sebagian Kota Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan rapat koordinasi antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kamis (23/4/2015), untuk menangani bencana banjir yang melanda sebagian Kota Yogyakarta.

“Kita ingin membangun komunikasi antar-SKPD dengan baik untuk bersama menanggulangi bencana banjir,” ujar Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono, dirilis Humas Pemkot Yogyakarta.

SKPD terkait terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, dan Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta.

Imam menginstruksikan BPBD Kota Yogyakarta untuk berkoordinasi dengan wilayah agar mengetahui titik mana saja yang membutuhkan bantuan bersifat urgen, sehingga bantuan kepada warga bisa segera tersampaikan.

“Misalnya saja ada anak-anak yang membutuhkan selimut, makanan, atau kebutuhan lain harus segera dipenuhi,” ucap Imam.

Sementara untuk kesiapan dari segi kesehatan, ia meminta agar ditempatkan ambulans di wilayah yang berpotensi mengalami banjir.

“Minimal ada satu buah ambulans yang disiapkan dekat dengan wilayah tersebut. Bila belum disiapkan, tarik satu ambulans dari puskesmas,” tegas Imam.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan tidak lengah terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya banjir susulan, meskipun di wilayah Kota Yogyakarta tidak terjadi hujan yang cukup deras.

“Selama beberapa hari ke depan, potensi hujan lebat masih mungkin terjadi, sehingga masyarakat tetap diimbau untuk waspada,” terangnya

Menurut Imam, saat banjir kemarin, terjadi kepanikan warga di Gondolayu, Danurejan, Keparakan, dan sebagian Prawirodirjan di dekat Jembatan Sayidan. Namun, sebagian besar warga telah kembali ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan rumah dan lingkungan.