Tingkatkan NTP Perikanan, DKP DIY Kuatkan Kelembagaan Pembenih Ikan

NTP PERIKANAN - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov DIY, Andung Prihadi Santosa. Untuk meningkatkan NTP sektor Perikanan , penguatan sistem kelembagaan pembenih ikan penting dilakukan. (Foto: Arif Giyanto)
NTP PERIKANAN – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov DIY, Andung Prihadi Santosa. Untuk meningkatkan NTP sektor Perikanan , penguatan sistem kelembagaan pembenih ikan penting dilakukan. (Foto: Arif Giyanto)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Untuk meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) sektor Perikanan dari tahun 2014 ke tahun 2015 sebesar 1,27 persen, yakni sebesar 115,42 menjadi 116, 89, penguatan sistem kelembagaan pembenih ikan penting dilakukan.

Pasalnya, salah satu kunci keberhasilan budidaya ikan adalah ketersediaan benih dan induk unggul secara berkesinambungan.

NTP adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani, dan dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani.

Sarana dan prasarana perbenihan lain yang turut menentukan ketersediaan benih unggul, antara lain ketersediaan air berkualitas baik untuk perbenihan, ketersediaan pakan alami dan pakan tambahan untuk induk dan benih, serta ketersediaan sumberdaya manusia berpengalaman dan mumpuni di bidang perbenihan ikan.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pembenih ikan dalam mengelola kelompoknya, mendukung ketersedian benih ikan yang unggul, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan Pembenih Ikan DIY 2015 angkatan I.

PELATIHAN PEMBENIH - Pelatihan Penguatan Kelembagaan Pembenih Ikan DIY 2015 angkatan I diikuti 30 peserta dan dilaksanakan selama dua hari, 13-14 April 2015, di Ruang Rapat Kakap Merah DKP DIY. (Foto: DKP DIY)
PELATIHAN PEMBENIH – Pelatihan Penguatan Kelembagaan Pembenih Ikan DIY 2015 angkatan I diikuti 30 peserta dan dilaksanakan selama dua hari, 13-14 April 2015, di Ruang Rapat Kakap Merah DKP DIY. (Foto: DKP DIY)

Dirilis DKP DIY, kegiatan diikuti 30 peserta dan dilaksanakan selama dua hari, 13-14 April 2015, di Ruang Rapat Kakap Merah DKP DIY. Peserta terdisi dari pembenih dan petugas teknis dari empat kabupaten/kota dan DIY.

Maksud pelatihan adalah memberikan tambahan pengetahuan kepada pembenih ikan, memberikan keterampilan kepada pembenih ikan tentang pengelolaan kelompok dalam menghadapi dinamika kelompok pembenih ikan, serta membentuk jaringan kerja sama antar-kelompok pembenih ikan di DIY.

Sementara tujuan pelatihan, untuk meningkatkan pengetahuan penguatan kelembagaan pembenih ikan, meningkatkan keterampilan pembenih ikan, dan menjalin kerja sama antar-kelompok pembenih ikan.

Bentuk kegiatan pelatihan berupa kegiatan bimbingan teknis, terutama untuk masyarakat pembenih. Narasumber acara adalah pejabat struktural DKP DIY orang, tenaga ahli, dan instruktur yang kompeten.

DIY Siap Wujudkan Target Produksi Perikanan Nasional

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Andung Prihadi Santosa, menyatakan kesiapannya dalam mewujudkan target Kemenko Kemaritiman, terutama perikanan.

Menurut Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo, volume perikanan tangkap Indonesia hanya 7 juta per tahun. Ia mencanangkan target perolehan perikanan total, baik tangkap maupun budidaya, hingga 50 juta per tahun. Perikanan budidaya menjadi solusi pencapaian target tersebut.

“Pemda DIY sejak 2012 menggulirkan visi among tani dagang layar. Visi ini memungkinkan prioritas pemerintahan pada kemaritiman. Pembangunan mega infrastruktur Bandara Internasional Kulon Progo berbarengan dengan dibangunnya Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto,” ujar Andung kepada Jogja Daily, di kantornya.

Ia menjelaskan, dengan pengelolaan khusus, potensi perikanan dan kelautan DIY dapat memberi sumbangsih besar pada pencapaian target perikanan nasional 2019. Dengan panjang pantai sekira 113 kilometer, Pemda DIY tidak diragukan lagi dapat berperan kunci memenuhi kebutuhan Indonesia dan dunia akan ikan.

“Kita tahu, program kemaritiman pemerintah saat ini sangat bagus. Selain penguatan infrastruktur dan konektivitas antarpulau, industri maritim dan energi terbarukan juga mendapat porsi besar. Meski demikian, perikanan menjadi pionir karena secara daya dukung sekarang, lebih cepat direalisasikan,” tutur Andung.

Apabila perikanan menjadi rujukan keberhasilan perdana, sambungnya, Pemda DIY dapat diandalkan untuk meraih target yang telah disosialisasikan.

“Perikanan budidaya air tawar terkonsentrasi di Kabupaten Sleman, meski secara geografis Sleman jauh dari pantai. Sementara perikanan budidaya payau Pemda DIY mengandalkan Kabupaten Bantul,” ucapnya.