Cerita tentang Tanaman Sayur Hidroponik Kelompok Wanita Tani Sakinah Kauman

HIDROPONIK - Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, saat berkunjung melihat tanaman sayur hidroponik Kelompok Wanita Tani Sakinah, Rabu (20/5/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)
HIDROPONIK – Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, saat berkunjung melihat tanaman sayur hidroponik Kelompok Wanita Tani Sakinah, Rabu (20/5/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Gondomanan, JOGJADAILY ** Adalah Kelompok Wanita Tani Sakinah di Kampung Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan. Mereka berhasil mengembangkan tanaman sayur dengan metode hidroponik atau budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, hanya membuat sirkulasi air yang dibantu dengan pupuk.

“Metode ini kami kembangkan dengan menanam sayuran hanya menggunakan air tanpa tanah, dan ternyata cukup berhasil. Kami mencoba membudidayakan tanaman sayuran jenis tomat, cabai, sawi, terung, selada air,” ujar salah satu pemilik lahan, Sutrisno, dirilis Humas Pemkot Yogyakarta.

Ia menjelaskan, pada prinsipnya, tanaman yang menggunakan metode hidroponik berbentuk daun, namun cara instalasi penanamannya sedikit berbeda. Pembudidayaannya cukup mudah dan tidak perlu mengeluarkan modal besar serta lahan yang luas, tergantung keuletan dan ketekunan.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menambahkan, bersama pemerintah, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan mempelajari cara pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi untuk menopang ekonomi keluarga.

“Ini bisa dimanfaatkan untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta sekaligus menambah produktivitas hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas,” kata Walikota saat berkunjung melihat tanaman sayur hidroponik Kelompok Wanita Tani Sakinah, Rabu (20/5/2015).

Haryadi menyampaikan, belum banyak warga yang paham akan pola pertanian dengan berbagai peralatan modern, serta dapat meningkatkan hasil pertanian dan pengolahan.

Sekolah Lapangan

Untuk mendampingi kegiatan serupa Kelompok Wanita Tani Sakinah, Bidang Pertanian Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta memiliki program Sekolah Lapangan.

“Kelompok Wanita Tani yang mengembangkan pertanian sayur mayur sudah cukup banyak. Dari 95, 12 sudah mulai mengembangkan pertanian sayur mayur dan nanti pada tahun 2016 akan ditambah sebanyak 62 kelompok yang seluruhnya sudah diusulkan untuk memperoleh bantuan dari Pemerintah DIY,” tutur Kepala Bidang Pertanian Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta, Benny Nurhantoro.

Ia menambahkan, sekolah lapangan bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dengan pengetahuan, keterampilan dalam menggali, menganalisis, dan mengupayakan pemecahan masalah pasca-panen.

“Peserta sekolah lapangan mendapat materi tentang kebijakan teknis operasional pengolahan dan pemasaran hasil pertanian,” pungkasnya.