Dubes Korsel Komitmen Tingkatkan Produksi Gula Semut Kulon Progo

GULA SEMUT - Rombongan Dubes Korsel melihat produksi gula semut Koperasi Jatirogo Wates, Senin (4/4/2015). (Foto: Pemkab Kulon Progo)
GULA SEMUT – Rombongan Dubes Korsel melihat produksi gula semut Koperasi Jatirogo Wates, Senin (4/4/2015). (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Wates, JOGJADAILY ** Dubes Korea Selatan, HE Mr Cho Tae-Young, berkomitmen untuk meningkatkan produksi gula semut Kulon Progo. Hal tersebut ia kemukakan saat mengunjungi Kulon Progo dalam rangka peningkatan kerja sama bilateral Indonesia-Korea Selatan.

“Sebagai Duta Besar, saya akan berusaha keras untuk meningkatkan produksi gula semut Kulon Progo,” ujarnya ditemani istri dan rombongan di Koperasi Jatirogo Wates, Senin (4/4/2015).

Cho Tae-Young sengaja berkunjung ke Kulon Progo untuk melihat proses produksi gula semut. Menurutnya, produk ini menjadi pendekatan yang baik dalam pengembangan One Village One Product (OVOP). Apalagi ia telah melihat pengembangan OVOP di berbagai negara.

“Kerja sama Korea Selatan dan Indonesia bisa ditingkatkan dengan mengembangkan OVOP di Kulon Progo. Pendekatan yang bisa diambil adalah membantu peningkatan produksi kelapa oleh petani, sehingga kualitasnya membaik dan meningkatkan penjualan dengan memperbaiki jalur distribusi logistik, termasuk untuk ekspor, sehingga produk OVOP seperti gula semut ini pasarnya bisa lebih luas,” terangnya.

Cho Tae-Young juga menanyakan bantuan apa yang bisa diberikan untuk meningkatkan kualitas gula semut serta bagaimana penghasila npetani dari produk ini.

Rombongan Duta Besar Korea Selatan diterima Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo, didampingi pejabat Dinas Koperasi UMKM Kulon Progo. Hadir pula Direktur PT Sun Chang Indonesia yang telah menanamkan modalnya di Kulon Progo.

Wabup berterima kasih kepada Pemerintah Korea Selatan atas kerja sama yang telah berjalan baik di Kulon Progo dengan berdirinya perusahaan berinvestor Korea Selatan. Wabup berharap, dengan kunjungan ini bisa meningkatkan kerja sama kedua negara, khususnya Kulon Progo.

Pada saat kunjungan, sedang dilakukan proses pengemasan dan pengangkutan produk gula semut Koperasi Jatirogo untuk diekspor tujuan Amerika Serikat.

Penghasilan Petani

Penghasilan petani dari gula semut sekitar Rp1,5 juta per bulan dari pohon kelapa saja. Kebutuhan saat ini adalah memperbaiki proses produksi di tingkat petani, antara lain dengan meningkatkan higienitas, peralatan, dan proses pemasakan.

Wabup menambahkan, kemungkinan ditingkatkan produksi gula semut KSU Jatirogo dengan membuat gula kemasan sachet yang siap jual.

Istri Dubes menceritakan, ia sering memberi oleh-oleh tamu yang hadir di tempatnya dengan gula semut. Ia sangat tertarik dengan proses produksi dari nira kelapa.