Festival Jathilan dan Lomba Panahan Jemparingan Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-99

JATHILAN - Festival Jathilan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-99. (Foto: Pemkab Sleman)
JATHILAN – Festival Jathilan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-99. (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Festival Jathilan dan Lomba Panahan Jemparingan turut memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-99. Dua event tersebut mendapat sambutan luar biasa dari warga Sleman.

Kesenian Jathilan merupakan kesenian rakyat yang digemari masyarakat dan berkembang cukup baik di Sleman, dibuktikan dengan banyaknya grup Jathilan di hampir setiap desa se-Kabupaten Sleman.

Melihat potensi yang cukup besar tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman menggelar Festival Jathilan diikuti 30 group. Festival digelar 9-10 Mei 2015 di depan Gedung Kesenian Sleman dan dibuka Bupati Sleman Sri Purnomo.

Dengan digelarnya Festival Jathilan, Bupati berharap, Kesenian Jathilan akan semakin berkembang dengan kreasi dan inovasi yang baik, sehingga dapat menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat.

“Dengan bertemunya para seniman Jathilan akan dapat dimanfaatkan untuk saling mengevaluasi kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga akan menambah wawasan untuk meningkatkan kualitas kesenian yang dimiliki,” ujar Bupati Sleman, dirilis Pemkab Sleman.

Bupati mengapresiasi kegiatan ini karena terbukti dapat menarik warga untuk menonton, sehingga dapat menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-99.

Juara I diraih Jathilan Melati Tegalrejo Tamanmartani Kalasan, Juara II Sadar Budoyo, Daratan Sendangarum Minggir, Juara III Turonggo Mudo Budoyo Medari Caturharjo Sleman, Juara IV Turonggo Panca Wisesa Ngawen Sidokarto Godean, dan Juara V Ngesti Turonggo Budoyo Kragilan Sinduadi Mlati Sleman.

Jemparingan

Sementara itu, Lomba Panahan Jemparingan Gaya Mataraman Bupati Cup ke-99 berlangsung di Lapangan Denggung, Minggu (10/5/2015), sekaligus memeringati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-99. Acara diikuti 100 peserta dari berbagai daerah, seperti Kalimantan Timur, Klaten, Jepara, dan Karanganyar.

Lomba dibuka Bupati Sleman ditandai dengan atraksi memanah balon berhadiah. Menariknya, lomba panahan diikuti pula oleh peserta berusia dini, baik laki-laki maupun perempuan. Olahraga panahan yang dikatakan tidak populer, ternyata memiliki generasi penerus.

“Maraknya masyarakat yang mencintai panahan merupakan upaya melestarikan dan mengembangkan kegiatan panahan gaya Mataraman,” tutur Bupati Sri Purnomo.

Menurutnya, Jemparingan gaya Mataraman dapat melatih ketahanan, kesabaran, dan konsentrasi individu yang sangat strategis untuk menempa pembentukan karakter masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Bupati berharap, jumlah atlet panahan semakin banyak.

“Selain adu keterampilan juga menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi para peserta yang berasal dari berbagai wilayah. Bukan kemenangan yang menjadi tujuan akhir, tetapi lebih pada bagaimana para peserta memperlihatkan semangat dan sportivitasnya,” ucap Sri Purnomo.