Jogja Kota Toleransi, Dubes Kanada Tertarik Kembangkan Kerja Sama

DUBES KANADA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedong Wilis Kepatihan Yogyakarta, saat menerima kunjungan Duta Besar Kanada, Donald Bobiash, dan Duta Besar Kebebasan Beragama Kanada, A. Bennett, Kamis (30/4/2015). (Foto: Humas DIY)
DUBES KANADA – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedong Wilis Kepatihan Yogyakarta, saat menerima kunjungan Duta Besar Kanada, Donald Bobiash, dan Duta Besar Kebebasan Beragama Kanada, A. Bennett, Kamis (30/4/2015). (Foto: Humas DIY)

Kepatihan, JOGJADAILY ** Tata ruang di Yogyakarta bernilai falsafah kehidupan. Dari Kraton hingga Tugu Golong Gilig memiliki ajaran tentang tahapan kesempurnaan hidup yang harus ditempuh manusia.

Yogyakarta dikenal sebagai kota yang sangat toleran (city of tolerant) antar-sesama dan menjalin harmoni dengan alam semesta dalam semangat Hamemayu Hayuning Bawono. Hal ini dibentuk dan diwariskan turun-temurun oleh para pendahulu yang menanamkan nilai saling menghormati dan menghargai perbedaan serta menjunjung tinggi nilai universal yang baik.

“Bila ada masalah dalam masyarakat ya tentunya saya dialog dengan mereka untuk mencari titik temu supaya masyarakat merasa tenteram dan aman,” ujar Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedong Wilis Kepatihan Yogyakarta, saat menerima kunjungan Duta Besar Kanada, Donald Bobiash, dan Duta Besar Kebebasan Beragama Kanada, A. Bennett, Kamis (30/4/2015).

Dirilis Humas DIY, kunjungan berkenaan dengan beberapa poin yang dibicarakan, antara lain mendalami implementasi nilai kebebasan dan kerukunan umat beragama di Yogyakarta.

Ketertarikan Donald, antara Yogyakarta dan Kanada memiliki kesamaan, antara lain penduduk yang multi-etnis dan keberagaman agama yang dipeluk masing-masing penduduknya.

“Hal ini akan terus dikembangkan untuk kerja sama bilateral dan multilateral,” ujar Donald.

Sementara Bennett mengungkapkan kekagumannya pada kebebasan dan kerukunan umat beragama di Yogyakarta.

“Nantinya akan ada banyak kegiatan yang dibentuk dengan melibatkan negara-negara yang mendukung kebebasan beragama. Kanada sudah menjalin pertemuan dengan universitas di Yogyakarta yang telah berlangsung 40 tahun dan ingin terus mendukung beasiswa,” terangnya.

Tingkatkan Ekspor ke Kanada

Pada awal tahun, tepatnya Jumat (23/1/2015), Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam IX, menerima rombongan delegasi Conference Board Of Canada (CBOC) pimpinan Paul Darby, yakni lembaga penelitian dan pengembangan masyarakat Kanada, di Gedhung Pare Anom, Kepatihan.

“Saya sangat senang sekali dengan kedatangan tamu dari Kanada dan diharapkan kerja sama ini sebagai pengungkit dalam perkembangan ekonomi regional Yogyakarta dan diharapkan difokuskan pada pengembangan industri, di samping dalam bidang pengembangan kewirausahaan perikanan dan pertanian,” tutur Wakil Gubernur.

Paul Darby mengatakan, kedatangannya ke Yogyakarta ditugaskan Pemerintah Kanada untuk menjalankan kerja sama dengan pemerintah RI dalam bidang pengembangan kewirausahaan di bidang perikanan, pertanian, dan teknologi,.

“Tujuannya agar pengusahaan UKM di Indonesia dapat meningkatkan ekspor non-migas ke Kanada. Lembaga ini juga ditugaskan untk mempromosikan investasi Kanada ke Indonesia,” jelas Darby.