Junjung Tinggi Gotong Royong, Cara Warga Sleman Tetap Guyub

GOTONG ROYONG - Bupati Sleman Sri Purnomo bersama warga bergotong royong membersihkan selokan di Dusun Bandan Sendangsari Kecamatan Minggir. (Foto: Pemkab Sleman)
GOTONG ROYONG – Bupati Sleman Sri Purnomo bersama warga bergotong royong membersihkan selokan di Dusun Bandan Sendangsari Kecamatan Minggir. (Foto: Pemkab Sleman)

Minggir, JOGJADAILY ** Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengapresiasi kegiatan kerja bakti atau gotong royong yang masih dijunjung tinggi warga Sleman. Masyarakat perdesaan bahkan ada yang merelakan tanahnya untuk keperluan pelebaran jalan, tanpa minta ganti rugi.

“Hal ini sangat ironis dengan kehidupan di kota, karena ada masyarakat yang tanahnya untuk pelebaran jalan dengan diganti rugi saja masih meminta ganti rugi dengan harga tinggi, sehingga pemerintah tidak mungkin untuk membayarnya,” ujar Sri Purnomo saat mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2015, Senin (17/5/2015), di Aula Balai Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir.

Akibatnya, sambung Bupati Sleman, proyek telah selesai, namun masih ada warga yang belum merelakan tanahnya untuk kepentingan umum.

“Selain itu, pengerjaan dengan swakelola oleh masyarakat sendiri jauh lebih murah dengan kualitas yang lebih baik,” kata Bupati Sri, seperti dirilis Pemkab Sleman.

BBGRM 2015 diawali dengan peninjauan ke beberapa proyek yang dilakukan di wilayah Minggir antara lain gotong royong masyarakat membersihkan selokan di Dusun Bandan Sendangsari. Selanjutnya, Bupati meresmikan pengaspalan jalan dan talud Jalan Plembon-Watugajah dan talud Jalan Toglengan.

Biaya pembangunan talud jalan dan gorong-gorong Plembon dari dana PNPM sebesar Rp352,086 juta dengan tambahan swadaya Rp20.809 juta dengan panjang RAB 1006,8 meter, terealisasi 1522,7 meter, dengan pemanfaat 650 jiwa.

Sementara itu, talud jalan dan gorong-gorong Watugajah menggunakan dana PNPM sebesar Rp262,610 juta swadaya masyarakat Rp16.831 juta dengan panjang RAB 292 meter, terealisasi 719,27 meter dengan pemanfaat sejumlah 1088 orang.

Untuk talud Jalan Toglengan dana PNPM sebesar Rp240.752 juta swadaya masyarakat Rp23.924 juta dengan panjang RAB 857 meter, terealisasi 857,1 meter dengan pemanfaat sejumlah 430 orang.

Lumbung Pangan

Perjalanan Bupati dilanjutkan ke Dusun Bontitan Sendangagung untuk meresmikan Lumbung Pangan Agung Sri Rahayu. Saat ini, stok gabah Lumbung Pangan sebanyak 250 kg. Gabah yang dipinjam anggota sebanyak 2 ton, dan uang tunai yang dipinjam anggota sebesar Rp3,1 juta.

Kegiatan yang dilakukan anggota Lumbung Pangan setiap Selapanan, yakni arisan dan menabung. Selain itu, pembayaran iuran Rp1.000, uang pokok anggota Rp10 ribu, dan setoran gabah 5 kg tiap anggota panen.

Bupati lalu meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di wilayah Bontitan dengan kapasitas 300 jiwa yang menghabiskan dana Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) Urban Sanitation and Rural Infrastructure (USRI) Rp350 juta dengan swadaya Rp20.164 juta.

Rombongan juga meninjau pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang melakukan pengerasan dan pembangunan talud jalan.

Bupati kemudian meresmikan jembatan dan jaringan PAM Desa di wilayah Dusun Kaban II.

Kunjungan diakhiri di Aula Balai Desa Sendangrejo dengan acara pencanangan BBGRM ke-12 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-43 tahun 2015.

Dana hibah diserahkan Bupati untuk TMMD sebesar Rp150 juta. Selain itu, hibah karya bakti pembangunan talud, irigasi, dan jalan untuk 13 desa di wilayah Kabupaten Sleman sebesar Rp540 juta.

Bupati membagikan berbagai hadiah, di antaranya Juara I Lomba Desa kepada Desa Sumberharjo Prambanan, Juara II Desa Purwomartani Kalasan, dan Juara III Desa Wukirsari Cangkringan.

Sri Purnomo membagikan hadiah untuk lomba-lomba Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman serta penyerahan alat permainan edukatif bagi Posyandu Gatak Sendangsari dan Sragan Banaran Sendangmulyo.