Kampung Ramah Jiwa, Cara Pemkot Yogyakarta Deteksi Dini Gangguan Jiwa

KAMPUNG RAMAH JIWA - Diskusi Publik Pengenalan Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Manajemen Penanganannya di Masyarakat yang diadakan Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta di Ruang Utama Atas, Kompleks Balaikota Yogyakarta, Senin pagi (4/5/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)
KAMPUNG RAMAH JIWA – Diskusi Publik Pengenalan Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Manajemen Penanganannya di Masyarakat yang diadakan Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta di Ruang Utama Atas, Kompleks Balaikota Yogyakarta, Senin pagi (4/5/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Pemerintah Kota Yogyakarta kini tengah berupaya mewujudkan Kampung Ramah Jiwa. Kampung tersebut memberikan penanaman pengetahuan tentang pengenalan deteksi dini ganggguan jiwa serta manajemen penanganan jiwa di masyarakat.

“Upaya mewujudkan Kampung Ramah Jiwa merupakan salah satu usaha untuk menciptakan kehidupan masyarakat kampung perkotaan yang ideal, melalui penanaman pengetahuan tentang pengenalan deteksi dini ganggguan jiwa serta manajemen penanganan jiwa di masyarakat,” Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Titik Sulastri.

Sambutan dibacakan saat acara Diskusi Publik Pengenalan Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Manajemen Penanganannya di Masyarakat yang diadakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) di Ruang Utama Atas, Kompleks Balaikota Yogyakarta, Senin pagi (4/5/2015).

Dirilis Humas Pemkot Yogyakartal, acara dihadiri ratusan kader penanganan gangguan jiwa masyarakat di Kota Yogyakarta terdiri atas anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dari berbagai kelurahan di Kota Yogyakarta dan perwakilan LSM.

Menurut Haryadi, komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam membentuk Kampung Ramah Jiwa hendaknya diikuti peran serta masyarakat dengan membangun kepedulian terhadap penderita gangguan jiwa.

“Marilah kita bangun rasa kepekaan sosial yang tinggi dan kita lakukan sesuatu untuk orang di sekitar kita. Jadilah pribadi yang bermanfaat. Sebab, sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain,” tutur Walikota.

Penanganan Tuntas

Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Hadi Mochtar, menerangkan, acara ini digelar untuk mempersiapkan terwujudnya Kampung Ramah Jiwa di Kota Yogyakarta.

“Kader diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan jiwa dan dapat menyebarluaskan ilmunya di masyarakat. Ini adalah program pengembangan dari kegiatan UPT Panti Karya yang dimaksudkan agar penanganan gangguan kejiwaan bisa ditangani secara optimal,” jelas Mochtar.

Ia menuturkan, perlu kerja sama berbagai pihak agar penanganan masalah kejiwaan dapat ditangani secara tuntas.

“Inilah kenapa perlu adanya kemitraan dengan masyarakat,” katanya.

Ketua UPT Panti Karya, Waryono, menambahkan, saat ini ada 2,8 persen warga Kota Yogyakarta yang menderita gangguan jiwa.

“Mohon Bapak dan Ibu di wilayah ini bisa terus berkomunikasi dengan kami di UPT Panti Karya Yogyakarta,” ucap Waryono.

Pelatihan menghadirkan dr. Rony Tri Wirasto SpKJ, pakar kesehatan jiwa dari UGM yang juga mitra UPT Panti Karya. Dr Rony membahas bagaimana mengenali gangguan jiwa serta penanganannya.