King’s Black Burger, Junk Food Sehat Bernuansa Gothic

BURGER HITAM - King's Black Burger, kuliner foodtruck yang layak Anda jajal. (Foto: Coki Anwar)
BURGER HITAM – King’s Black Burger, kuliner foodtruck yang layak Anda jajal. (Foto: Coki Anwar)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Bisnis kuliner menggunakan mobil atau truk yang dapat berpindah-pindah jualan sedang menjadi tren, terutama di kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Konsep berjualan ini populer dengan sebutan foodtruck, diadopsi dari Amerika Serikat.

Kendaraan yang dimodifikasi menjadi foodtruck memiliki desain khusus dari sisi konstruksi dan bentuk. Ada dapur di dalam untuk memproses makanan yang umumnya menawarkan menu spesifik dan tematis.

Foodtruck menyasar kaum urban dinamis yang senang akan gaya bersantap praktis fleksibel, dengan harga terjangkau dan sehat.

Adalah Azam Rusdianto atau kerap disapa Rudy. Ia mencoba menerapkan bisnis kuliner keliling di Jogja. Sebagai informasi, foodtruck di Jogja sendiri masih bisa dihitung dengan jari.

Foodtruck yang dirintis Rudy bertajuk King’s Black. Makanan cepat saji adalah menu yang ditawarkan oleh King’s Black, antara lain Jumbo King Black Burger, King Hot Dog, Corn Dog, dan lain-lain. Harga di kisaran Rp25 ribu. Sebuah harga yang cukup pantas, mengingat beberapa komposisinya masih harus didatangkan dari luar negeri.

Sesuai namanya, foodtruck ini mengusung tema yang serba hitam atau gothic. Warna mobilnya yang hitam dan menu makanan yang ditawarkan pun hitam. Diklaim sebagai foodtruck pengusung konsep cooking and selling yang menjual burger dan hot dog hitam pertama di Jogja, tagline yang dipilih pun khas, “Black is a Such a Happy Color, Darling!” Slogan nan provokatif dan cheerful, bukan?

Saat dikonfirmasi perihal konsep yang serba-hitam ini, Rudy menjelaskan, “Menurut saya, saat ini kalau berjualan harus menang dulu di konsep, sehingga kalau mau ditaruh di mana pun harus selalu ‘hidup’,” ujarnya kepada Jogja Daily, Minggu (3/5/2015).

King’s Black Foodtruck baru beroperasi dalam hitungan minggu, tepatnya kurang lebih baru seminggu lalu. Tapi, penggodokan konsepnya telah dimulai sejak Desember 2014.

Mengenai kendala atau tantangan yang dihadapi, Rusdi berujar, “Selama ini kendala yang kami hadapi adalah agak bermasalah di harga jual. Karena, sebagian bahan masih didatangkan dari luar. Tapi, ini menuntut kita untuk berimprovisasi agar kami lebih efisien, sehingga nantinya akan sesuai dengan kantong mahasiswa yang menjadi segmen kami.”

Bahan Menyehatkan

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan, junk food yang dijualnya memakai bahan-bahan menyehatkan. Warna hitam untuk makanannya menggunakan arang bambu Jepang yang baik untuk detoksifikasi racun-racun di dalam tubuh.

Sayurannya memakai red cabbage atau kubis merah yang juga bagus untuk detoks, timun Jepang, dan juga bawang bombay. Keju yang dipakai adalah mozzarella, dan menggunakan empat macam saos.

Foodtruck King's Black Burger. (Foto: Coki Anwar)
Foodtruck King’s Black Burger. (Foto: Coki Anwar)

Tapi, sejatinya yang paling menarik adalah bahwa Rudy membangun King’s Black Foodtruck sengaja diperuntukkan untuk buah hatinya, Kevin Daffa dan Endra. Diharapkan, kelak Kevin akan mengelola bisnis ini sendiri. Kevin baru berumur 10 tahun, duduk di kelas 5 SD. Wow!

Jobdes yang dimandatkan Ayahnya ke Kevin memang baru sebatas menjadi chef. Tapi Kevin pun sudah lihai meracik menu-menu di King’s Black. Ayahnya yang mengontrol manajemennya. Namun, untuk bocah seumuran itu, Kevin jago melayani para konsumennya. Tentu saja, Kevin harus pintar dan rela membagi waktunya antara belajar, bermain, dan bekerja.

Terakhir, Rudy dengan suara lantang menuturkan, “Saya ingin anak saya Kevin sudah mulai membangun empire bisnisnya semuda mungkin.”