#KitaMorotai, Muhammad Nur Cahyanto: Inisiasilah Pengelolaan Sumberdaya Laut Morotai

DUKUNGAN - Ketua Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) UGM, Muhammad Nur Cahyanto, memberi dukungan positif pada #KitaMorotai. (Foto: Fadilah Sukri)
DUKUNGAN – Ketua Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) UGM, Muhammad Nur Cahyanto, memberi dukungan positif pada #KitaMorotai. (Foto: Fadilah Sukri Pulungan)

Sleman, JOGJADAILY ** #KitaMorotai, sebuah gerakan berbasis komunitas non-profit yang diinisiasi tim Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN PPM UGM) di Kepulauan Morotai pada Juli 2015, terus mendapatkan dukungan. Kali ini datang dari Ketua Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) UGM, Muhammad Nur Cahyanto.

“Saya sangat mendukung program KKN PPM UGM ini. Dapat bekerja sama baik dengan lingkungan yang heterogen inilah yang harus dilatih pada mahasiswa agar dapat berkembang dengan baik di dunia setelah bangku perkuliahan,” ujarnya kepada Jogja Daily, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ketika bekerja, seseorang akan dihadapkan pada lingkungan dengan latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari pendidikan, umur, asal daerah, dan berbagai keberagaman lain.

“KKN PPM UGM merupakan salah satu wadah pembelajaran yang sangat baik untuk melatih mahasiswa bekerja sama dengan berbagai disiplin ilmu dalam satu tim, juga bekerja bersama masyarakat untuk memenuhi fungsi mahasiswa sebagai pemberdaya masyarakat dan motor penggerak bangsa,” terang Nur Cahyanto.

Ia menjelaskan, kemampuan untuk dapat hidup membaur, menata program secara terstruktur, dan bekerja sama dalam kondisi yang cukup berat selama dua bulan berikut persiapannya, merupakan latihan yang sangat diperlukan.

“Apalagi dengan inisiatif gerakan seperti ini. Memancing minat pendidikan adalah salah satu yang sangat penting dilakukan. UGM memiliki program memajukan pendidikan Daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal), sehingga gerakan seperti ini sangat bagus sekali sebagai inisiatif dari mahasiswa,” katanya.

Potensi Kelautan

Nur Cahyanto juga menyarankan, #KitaMorotai dapat menginisiasi pengelolaan sumberdaya kelautan di Morotai, mengingat potensinya yang sangat bersar.

“Perikanan merupakan komoditas yang sangat berfluktuasi, sehingga banyak sumberdaya yang sering tidak termanfaatkan dan akhirnya terbuang begitu saja. Apalagi dengan melihat sifat sumberdaya laut yang sangat mudah rusak,” paparnya.

Oleh karena itu, sambungnya, dibutuhkan inovasi sederhana yang dapat meningkatkan kualitas, terutama daya simpan sumberdaya laut yang tentu bernilai tinggi.

“Program sederhana seperti penanganan ikan mentah sangat tepat dilakukan. Saya sangat mendukung program pengolahan pangan yang digagas, yaitu membuat produk olahan ikan, berupa abon. Selain dapat meningkatkan umur simpan, komoditas yang telah diolah akan lebih mudah dipasarkan, sehingga akan semakin kecil nilai produk yang terbuang,” tutur Nur Cahyanto.

Ia juga menilai, program #KitaMorotai untuk membina Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sangatlah baik. Nur Cahyanto mengatakan, masyarakat dapat diberi pengarahan untuk memanfaatkan potensi daerah yang ada dengan sebaik-baiknya.

“Pembuatan cake ubi non-terigu dapat menjadi program yang sangat baik, terutama untuk pengangkatan pangan lokal, sehingga potensi alam termanfaatkan dengan baik,” ucapnya.

Selain itu, tambahnya, dapat juga dibina dan diberi pengetahuan mengenai keamanan bahan yang digunakan serta proses dan komposisi yang sehat untuk pengolahan, seperti pengolahan tanpa pengawet.

“Mungkin bisa dikenalkan pada produk yang masa simpannya lama. seperti Egg Roll,” pungkasnya.