Komitmen Kembangkan Gula Semut Kulon Progo, Dubes Korea Selatan Kunjungi Gubernur DIY

CINDERAMATA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, HE Mr Taiyoung Cho, di Gedhong Wilis Kepatihan, Rabu (6/5/2015). (Foto: Humas DIY)
CINDERAMATA – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bertukar cinderamata dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, HE Mr Taiyoung Cho, di Gedhong Wilis Kepatihan, Rabu (6/5/2015). (Foto: Humas DIY)

Kepatihan, JOGJADAILY ** Sepuluh desa di Indonesia dipilih Pemerintah Korea Selatan sebagai pilot project One Village One Product. Salah satunya, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo penghasil gula semut.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, HE Mr Taiyoung Cho, dan sang istri, Gyeyoung Cho, serta Atase Kedutaan Besar Korea di Jakarta Lee Bang-Moo, berkunjung ke Yogyakarta. Bertempat di Gedhong Wilis Kepatihan, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan tersebut, Rabu (6/5/2015).

“Kunjungan ini adalah untuk bertukar pendapat dalam upaya meningkatkan kerja sama ekonomi antara Yogyakarta dengan Korea Selatan. Yogyakarta dinilai stabil ekonominya karena kebijakan ekonomi di Yogyakarta bagus dan ditunjang iklim politik yang bagus pula,” ujar Dubes Cho.

Dirilis Humas DIY, menanggapi peluang kerja sama dengan Korsel, Gubernur mengatakan, prospek gula semut dari aren lebih bagus dibandingkan kelapa.

“Yang dari aren ini sekarang diekspor ke Amerika Serikat karena tidak menganggu penderita diabetes, zero calorie. Kami kembangkan justru dari aren, bukan dari kelapa, karena market-nya jelas,” terang Gubernur.

Sultan menyambut baik perusahaan Korsel yang menanamkan investasinya di Yogyakarta. Ia berpesan supaya investasi tidak memakan lahan luas, karena sempitnya wilayah Yogyakarta. Sejauh ini, telah ada beberapa perusahaan Korsel yang berinvestasi di Yogyakarta, di antaranya perusahaan rambut palsu, sarung tangan, dan percetakan.

Kunjungi Kulon Progo

Sebelumnya, rombongan Dubes Cho berkunjung ke produsen gula semut, Koperasi Jatirogo, Triharjo, Wates, Senin (4/4/2015). Ia sengaja berkunjung ke Kulon Progo untuk melihat proses produksi gula semut.

Menurutnya, produk ini menjadi pendekatan yang baik dalam pengembangan One Village One Product (OVOP). Apalagi ia telah melihat pengembangan OVOP di berbagai negara.

“Kerja sama Korea Selatan dan Indonesia bisa ditingkatkan dengan mengembangkan OVOP di Kulon Progo. Pendekatan yang bisa diambil adalah membantu peningkatan produksi kelapa oleh petani, sehingga kualitasnya membaik dan meningkatkan penjualan dengan memperbaiki jalur distribusi logistik, termasuk untuk ekspor, sehingga produk OVOP seperti gula semut ini pasarnya bisa lebih luas,” ucapnya.

Dubes Cho menanyakan bantuan apa yang bisa diberikan untuk meningkatkan kualitas gula semut serta bagaimana penghasilan petani dari produk ini.