Lindungi Kesehatan Masyarakat, Pemkot Yogyakarta Tetapkan Kawasan Tanpa Rokok

KTR - Deklarasi Instansi Kesehatan Bebas Rokok Kota Yogyakarta, Rabu (5/5/2015), di Hotel Ultima Horrison Riss. (Foto: Humas UMY)
KTR – Deklarasi Instansi Kesehatan Bebas Rokok Kota Yogyakarta, Rabu (5/5/2015), di Hotel Ultima Horrison Riss. (Foto: Humas UMY)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan beberapa kawasan bebas asap rokok. Peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) termaktub dalam Peraturan Walikota No. 12 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Rokok dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan individu, keluarga, masyarakat, dan lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Walikota Yogyakarta yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Kota Yogyakarta, Achmad Fadli, Rabu (5/5/2015), di Hotel Ultima Horrison Riss.

Dirilis Humas UMY, pada kesempatan itu, digelar Sosialisasi dan Deklarasi Peraturan Walikota Yogyakarta No. 12 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok yang diselenggarakan MTCC UMY (Muhammadiyah Tobacco Control Center).

“Beberapa kawasan yang ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar dan kawasan belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, fasilitas olahraga, angkutan umum, tempat kerja, serta tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan,” terang Fadli.

Ia menjelaskan, bahaya rokok tidak hanya meliputi permasalahan ekonomi dan sosial, melainkan aspek kesehatan memiliki dampak cukup besar. Kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya Kota Yogyakarta, akan bahaya rokok masih cukup rendah, dan sebagian orang telah menjadikan merokok sebagai kebiasaan yang tidak dapat ditinggalkan.

Perlindungan Kesehatan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kiswarini, mengatakan, dalam Peraturan Walikota tersebut dijelaskan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, dan pelayanan kesehatan lain merupakan Kawasan Tanpa Rokok.

Namun, menurutnya, untuk mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok tidak hanya bisa dilakukan oleh sebagian kecil orang.

“Untuk mewujudkan kondisi tersebut, diperlukan usaha bersama seluruh stakeholder, baik Dinas Kesehatan, pimpinan, atau penanggung jawab tempat tersebut untuk mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan itu,” tuturnya.

Fita menerangkan, penetapan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) bertujuan untuk memberikan perlindungan dari bahaya asap rokok bagi perokok aktif dan pasif, serta memberikan ruang dan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas asap rokok bagi masyarakat.

“Tujuan terpentingnya, yaitu melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok. Selain itu, untuk memenuhi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dari asap rokok ketika di tempat-tempat umum, khususnya untuk ibu hamil dan lansia,” ucapnya.

Kota Bebas Asap Rokok

Ketua MTCC UMY, Erwin Santosa, menambahkan, sosialisasi ini diharapkan bermanfaat dan dapat mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai Kota Bebas Asap Rokok.

“Diharapkan dengan diadakannya sosialisasi dan deklarasi KTR oleh MTCC ini ke depannya pemerintah dapat terbantu dalam penyosialisasiannya kepada masyarakat,” kata Erwin.

Acara dihadiri 150 peserta meliputi unsur tenaga kesehatan dari Rumah Sakit, Puskesmas, klinik, dan instansi kesehatan di Kota Yogyakarta. Diadakan pula penandatanganan Deklarasi Instansi Kesehatan Bebas Rokok se-Kota Yogyakarta yang dibuka Asisten Bidang Pemerintahan Kota Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dan Ketua MTCC UMY.