Mahasiswa Universitas Indonesia Teliti Kepemimpinan Bupati Kulon Progo Tanggulangi Kemiskinan

BEDAH RUMAH - Bupati Hasto melakukan Bedah Rumah untuk Tuminah (46 tahun), warga Dusun III Bugel Panjatan. (Foto: Pemkab Kulon Progo)
BEDAH RUMAH – Bupati Hasto melakukan Bedah Rumah untuk Tuminah (46 tahun), warga Dusun III Bugel Panjatan. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Wates, JOGJADAILY ** Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2009-2012, persentase Angka Kemiskinan Kulon Progo tertinggi se-DIY. Angka tersebut mengalami penurunan persentase terbesar se-DIY, pada 2013.

Sebelumnya, struktur APBD Kulon Progo belum ideal, ditambah PAD yang rendah dan PDRB terendah di DIY. Meski demikian, Pemerintah Kulon Progo dinilai dapat menciptakan berbagai Kebijakan inovatif, sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan.

Program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo menarik perhatian Achilles Yuska Wicaksono, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Administrasi Program Studi Ilmu Administrasi Negara Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan penelitian, 21 April 2015 hingga 30 Juni 2015.

Dirilis Pemkab Kulon Progo, penelitian difokuskan pada Peran Kepemimpinan Bupati Hasto Wardoyo dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kulon Progo.

“Di sinilah peranan kepemimpinan akan sangat menentukan dalam penanggulangan masalah kemiskinan. Tanpa ada kepemimpinan yang memiliki keberanian (gust), ketegasan (decisive), keberpihakan yang nyata kepada masyarakat miskin, serta memiliki kemampuan mengartikulasikan pengetahuan dari masa ke masa maka akan sulit untuk menangani masalah-masalah krusial terkait kemiskinan di negeri ini,” ujar Uka, begitu ia biasa disapa.

Uka melakukan wawancara dengan berbagai pihak dan ikut langsung mengikuti berbagai program pengentasan kemiskinan. Salah satunya, mengikuti bedah rumah pada Minggu (10/5/2015) di Dobangsan, Giripeni, Wates.

Achilles Yuska Wicaksono. (Foto: Akun Facebook Achilles Yuska Wicaksono)
Achilles Yuska Wicaksono. (Foto: Akun Facebook Achilles Yuska Wicaksono)

“Mengutip Kemal A. Stamboel bahwa pada akhirnya, ide yang brilian dan gagasan yang cemerlang terkait upaya penanggulangan kemiskinan hanya akan menjadi kenyataan jika ada pemimpin yang mampu mewujudkannya,” terang Uka.

Peran kepemimpinan yang akan diteliti meliputi Interpersonal Role (Peran sebagai Tokoh, Peran Pemimpin, Peran Penghubung); Informational Role (Peran Pemantau, Peran penyebar, Peran Juru Bicara); dan Decisional Role (Peran Wirausaha, Peran Penghalau Gangguan, Peran Pembagi Sumber Daya, Peran Perunding)

Gotong Royong

Sementara itu, Bupati Kulon Progo pada berbagai kesempatan menyambut baik gotong royong yang dilakukan masyarakat dan berbagai pihak yang telah memberikan bantuan berupa dana, pemikiran, tenaga kepada para masyarakat yang rumahnya masih tidak layak huni, menjadi rumah yang sehat dan layak huni.

“Dengan banyak gotong royong dan silaturahmi semoga selalu diberikan keselamatan dunia dan akhirat,” kata Dokter Hasto.