Perda Baru Obyek Wisata Kulon Progo: Tarif Kendaraan Masuk Dihapus, Tarif Retribusi Naik

WISATA ALAM - Sebuah wisata alam menarik di Kulon Progo, Desa Wisata Kalibiru. (Foto: Visiting Jogja)
WISATA ALAM – Sebuah wisata alam menarik di Kulon Progo, Desa Wisata Kalibiru. (Foto: Visiting Jogja)

Wates, JOGJADAILY ** Untuk menarik kunjungan masyarakat ke tempat wisata agar pendapatan daerah meningkat, DPRD Kabupaten Kulon Progo menyetujui rencana Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk menghapus tarif bagi kendaraan yang masuk obyek wisata.

Meski demikian, untuk membiayai pengembangan dan pelestarian obyek wisata, tarif retribusi masuk obyek wisata dinaikkan. Pasalnya, biaya pembangunan dan pemeliharaan obyek wisata memerlukan dana cukup besar yang membutuhkan partisipasi dalam bentuk pembayaran retribusi.

Kebutuhan masyarakat terhadap kegiatan rekreasi dan olahraga dapat dipenuhi dengan baik bila pelayanan, pelestarian, dan pengembangan prasarana dapat dilaksanakan.

“Untuk membiayai pengembangan dan pelestarian tersebut tidak akan cukup bila hanya ditanggung oleh pemerintah,” ujar juru bicara Panitia Khusus (Pansus) tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Siti Ismiatun, saat membacakan pendapat akhir dalam rapat paripurna (Rapur) DPRD, Rabu (6/5/2015), di Gedung Dewan Kulon Progo.

Ia menjelaskan, hal tersebut membutuhkan dukungan masyarakat melalui pembayaran retribusi yang besarnya disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kondisi perekonomian masyarakat.

“Karena kondisi perekonomian masyarakat meningkat maka kami setuju terhadap kenaikan tarif retribusi masuk obyek wisata,” tutur Siti, dirilis Sekretariat Dewan Kulon Progo.

Atas kenaikan tersebut, Fraksi Golkar meminta Pemkab agar mengimbanginya dengan peningkatan pelayanan bagi wisatawan. Antara lain dalam bentuk pembangunan sarana prasarana. Di samping itu, memberikan jaminan keamanan serta keselataman pengunjung yang selama ini masih minim.

“Kami juga berharap, untuk mengoptimalkan retribusi, dalam menunjuk pengelola agar dilakukan dengan mekanisme lelang, sehingga akan terjadi persaingan yang sehat serta untuk mencegah kebocoran,” ucap Ketua Fraksi Golkar, Widiyanta.

Pembenahan Infrastruktur

Dalam pendapat akhirnya, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, menyatakan, untuk menjaring wisatawan dari dalam maupun luar daerah, Pemkab melakukan promosi dan pembenahan dengan pemenuhan beberapa infrastruktur pendukung obyek wisata.

Seiring kebijakan tersebut dan melihat perkembangan perekonomian, sambung Bupati, tarif masuk pada tempat rekreasi dan olahraga perlu dinaikkan.

“Salah satu pertimbangan peningkatan tarif, diukur berdasarkan potensi alam, fasilitas pendukung, dan waktu penggunaan. Di samping itu, juga mempertimbangkan besaran tarif di kabupaten tetangga,” tutur Hasto.

Rapur dipimpin Ketua DPRD Akhid Nuryati. Bupati, Pansus, dan tujuh fraksi menyetujui tiga Raperda menjadi Perda. Ketiga Perda itu adalah Perda Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, Perda Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, serta Perda Penanggulangan Bencana.