Poporoco dan Kolorai, Dua Desa Sasaran Utama Program PPM KKN UGM #KitaMorotai

KOLORAI - Dermaga masuk Desa Kolorai Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai. (Foto: #KitaMorotai)
KOLORAI – Dermaga masuk Desa Kolorai Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai. (Foto: #KitaMorotai)

Sleman, JOGJADAILY ** Desa Poporoco dan Kolorai di Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai akan menjadi sasaran utama Program Pemberdayaan Masyarakat Kuliah Kerja Nyata (PPM KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM), #KitaMorotai.

“#KitaMorotai terdiri dari hampir 30 mahasiswa dari berbagai macam disiplin ilmu, yakni pertanian, perikanan, teknologi pangan, pariwisata, hukum, psikologi, ilmu sosial dan politik, ekonomi, kesehatan, kehutanan, serta teknik,” ujar Ketua Tim #KitaMorotai, Fajar Sidik Abdullah, kepada Jogja Daily.

Ia menjelaskan, #KitaMorotai merupakan salah satu program yang dicanangkan kelompok KKN LPPM UGM MLU-03 dalam bidang pendidikan. Kegiatan #KitaMorotai telah berlangsung sebelum waktu dilaksanakannya kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang ditentukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGM yaitu dengan melakukan penggalangan donasi buku bekas layak baca yang nantinya akan dikirimkan kepada perpustakaan sekolah di Morotai.

“#KitaMorotai juga mengadakan event konser amal atau charity concert di beberapa kafe atau restoran di Jogja yang ditujukan untuk menggalang donasi dalam bentuk uang kepada masyarakat yang mengunjungi kafe atau restoran tersebut,” terang Fajar.

Donasi dalam bentuk uang yang terkumpul, sambungnya, akan digunakan dalam program pendidikan seperti pembangunan rumah baca di sekolah-sekolah di Desa Poporoco atau Desa Kolorai.

“Dengan terkumpulnya donasi buku bekas layak baca yang digalangkan, nantinya buku-buku tersebut akan digunakan untuk mengisi rumah baca yang akan dibangun di sekolah-sekolah yang terdapat di Kabupaten Morotai,” kata Mahasiswa Teknik Mesin itu.

Ekonomi dan Pariwisata

Selain program dalam bidang pendidikan, #KitaMorotai mencanangkan program-program lain dalam bidang ekonomi dan pariwisata. Konsep yang digunakan dalam pencanangan program menggunakan prinsip bottom up di mana sasaran yang dituju adalah masyarakat desa yang bekerja, baik di sektor pertanian maupun perikanan sebagai pelaku ekonomi paling rendah dalam sistem perekonomian.

“Dalam program di bidang ekonomi nantinya #KitaMorotai akan membersamai masyarakat desa yang bekerja, baik sebagai petani atau nelayan mulai dari tingkat produksi hingga proses distribusi. Bukan mengajari petani menanam tanaman atau mengajari nelayan menangkap ikan, tapi nantinya membersamai para petani dan nelayan untuk menemukan masalah dalam proses produksi hingga proses distribusi,” ucap Fajar.

Menurutnya, program yang dicanangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dalam bidang pertanian dan perikanan misalnya mencari dan menemukan serta menerapkan metode peningkatan hasil produksi, peningkatan nilai jual hasil produksi, hingga efisiensi distribusi hasil produksi yang akan didistribusikan ke pasar-pasar di Morotai.

“Selain membersamai dari proses produksi hingga distribusi, bersama masyarakat Desa Poporoco dan Kolorai #KitaMoritai merintis pembentukan kelompok tani dan kelompok nelayan yang akan memudahkan integrasi dan sinergi dalam organisasi kerja. Diharapkan, nantinya para petani dan nelayan akan lebih mudah untuk saling bekerja sama guna membentuk sistem kerja yang bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi para petani dan nelayan tersebut,” papar Fajar.

Selain dalam bidang pendidikan dan ekonomi, baik pertanian atau perikanan, #KitaMorotai mencanangkan program di bidang pariwisata, meliputi pengumpulan data potensi pariwisata di Morotai.

“Data-data potensi tersebut akan digabungkan untuk selanjutnya membuat Tourist Information Center. Rencana pembentukan Tourist Information Center sendiri akan dipusatkan di Desa Kolorai yang merupakan desa wisata. Letaknya berdekatan dengan pulau-pulau kecil Morotai seperti Pulau McArthur, Galo Galo, Kokoya, serta Dodola,” kata Fajar.

Program pariwisata yang dicanangkan untuk masyarakat Desa Kolorai meliputi pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis). Masyarakat Desa Kolorai akan berhubungan langsung dengan turis lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Morotai.

Untuk meningkatkan minat pariwisata ke Morotai #KitaMorotai akan membuat output seperti video dokumentasi, buku, serta jurnal. Output akan dipublikasikan melalui media-media pendukung yang diharapkan menarik minat calon wisatawan untuk datang berkunjung.

#KitaMorotai juga menggelar pendidikan anti-korupsi, sosialisasi program pemerintah, penanganan masalah alam daerah seperti abrasi, perawatan infrastruktur desa, serta peningkatan kesadaran hidup sehat masyarakat.

“Dengan program-program tersebut, diharapkan akan membantu masyarakat dalam menghadapi isu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan dibentuk,” pungkasnya.