Smart City, Pemkot Yogyakarta Raih Best of The Best Indonesia Digital Society Award 2015

SMART CITY - Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, menyerahkan Penghargaan Best of The Best IDSA dalam ajang Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2015 kepada Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, di Jakarta, Rabu (6/5/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)
SMART CITY – Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, menyerahkan Penghargaan Best of The Best IDSA dalam ajang Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2015 kepada Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, di Jakarta, Rabu (6/5/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Jakarta, JOGJADAILY ** Konsep Smart City yang dikembangkan Pemerintah Kota Yogyakarta, mengacu pada inovasi bidang teknologi informasi, berhasil meraih Penghargaan Best of The Best IDSA dalam ajang Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2015.

IDSA 2015 mengapresiasi pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat bidang pemanfaatan teknologi informasi. Penghargaan diserahkan Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, kepada Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, pada pembukaan Jakarta Marketing Week di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Selain Kota Yogyakarta, penghargaan The Best of The Best juga diraih Kota Surabaya. Sementara nominator IDSA 2015 yang lain adalah Kabupaten Banyumas, Kabupaten Agam, Kabupaten Sragen, Kabupaten Badung, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sleman, Kabupaten Banyuwangi, Kota Bekasi, Kota Balikpapan, Kota Bogor, dan Kota Banda Aceh.

Penghargaan Best Of The Best IDSA 2015 diperoleh Kota Yogyakarta setelah memborong penghargaan pada empat kategori, yakni Juara I kategori E-Tourism, Juara I Kategori E-Education, peringkat kedua dalam kategori E-Health dan peringkat kedua dalam kategori E-Goverment, serta berturut-turut mendapatkan penghargaan selama penyelenggaraan IDSA 2013 dan 2014.

Dirilis Humas Pemkot Yogyakarta, Walikota Yogyakarta mengatakan, penghargaan IDSA bisa diraih karena dukungan semua pihak . Karena, seberapa pun upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengembangkan sistem informasi dan teknologi, tanpa dukungan pihak lain dan tidak digunakan, menjadi tidak ada manfaatnya.

“Tantangan bagi Pemkot Yogyakarta selanjutnya untuk membangun teknologi informasi yang lebih user friendly, up to date, dan bermanfaat untuk masyarakat, karena TI berkembang setiap waktu. Dengan diraihnya penghargaan ini, kita harus semakin peka, semakin memberikan akses yang lebih mudah kepada masyarakat untuk berinteraksi dengan pemerintah ,” ujar Haryadi Suyuti.

Konsep Smart City sebagaimana dimaksudkan dalam penilaian IDSA 2015, menurutnya, mengacu pada bagaimana inovasi-inovasi dalam bidang teknologi informasi dikembangkan oleh Kota Yogyakarta bisa memberikan manfaat serta kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pengembangan Teknologi informasi di Kota Yogyakarta yang menjadi unggulan dalam penilaian IDSA 2015 meliputi pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Puskesmas sebagai bentuk pengembangan E-Health, Konsultasi Belajar Siswa Online (KBS Online) dan Digital Library sebagai bentuk penapan E-Education, pengembangan layanan Hi Jogja dan web pariwisata sebagai bentuk e-Tourism serta berbagai sistem informasi dalam E-Goverment.

Digitalisasi untuk Daya Saing

Ketua Dewan Yuri IDSA 2015, Cahyana Ahmad Jayadi, menjelaskan, tujuan IDSA adalah memonitor pengembangan digitalisasi kota dan kabupaten di Indonesia sebagai bentuk daya saing di era globalisasi komunikasi dan informasi.

Kriteria penilaian didasarkan pada empat aspek, yakni inisiatif, leadership, usership, dan benefit pada lima pihak, yaitu pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga pelayanan kesehatan, pihak swasta terkait dengan kegiatan pariwisata, serta masyarakat.

“Penilaian juga didasarkan pada pengukuran community impact atau dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempat atas inisiatif digitalisasi kota dan kabupaten melalui survei, termasuk telepon langsung ke lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan, sektor terkait pariwisata, dan masyarakat pada 110 daerah dan melibatkan 11.250 responden,” jelas Cahyana Ahmad Jayadi.