Tingkatkan Kualitas, Peserta Olimpiade Sains Nasional Akan Dijaring dari Daerah

OSN - Dirjen Dikmen Kemendikbud Ahmad Jazidi dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X menekan tombol sirine bersama-sama sebagai tanda dibukanya Olimpiade Sains Nasional XIV tahun 2015 di JEC, Selasa (19/5/2015). (Foto: Humas DIY)
OSN – Dirjen Dikmen Kemendikbud Ahmad Jazidi dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X menekan tombol sirine bersama-sama sebagai tanda dibukanya Olimpiade Sains Nasional XIV tahun 2015 di JEC, Selasa (19/5/2015). (Foto: Humas DIY)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Bermaksud meningkatkan kualitas, penjaringan peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang biasanya berskala negara, akan lebih didaerahkan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Ahmad Jazidi, saat pembukaan OSN XIV Tahun 2015 secara simbolis oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di Jogja Convention Centre(JEC), Selasa (19/5/2015).

“Sebagai contoh, apa yang dilakukan DIY dengan didirikannya Clinic Centre sebagai wadah alumni OSN, mentoring guru dan pendamping penelitian, serta digagas pelibatan LSM dan relawan dan kelompok peneliti untuk berpartisipasi,” ujar Jazidi.

OSN yang akan ditutup oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan tersebut, berlangsung hingga Minggu (24/5/2015), serta melibatkan lebih dari 3000 orang peserta dari SD, SLB, SMA, SMK seluruh Indonesia.

Generasi Potensial

Gubernur DIY membuka OSN XIV secara simbolis, ditandai dengan penekanan tombol sirine bersama Dirjen Dikmen Kemendikbud.

“Dulu, ada anggapan, penguasaan sains siswa kita sangat rendah. Tetapi sekarang terbantahkan oleh prestasi yang diukir anak bangsa di OSN dan membuktikan pada dunia bahwa Indonesia masih ada,” ucap Gubernur DIY dalam sambutannya, seperti dirilis Humas DIY.

Menurut Gubernur, hal tersebut memberi makna bahwa di tengah rentetan ketidakpastian politik, korupsi, dan masalah-masalah pendidikan yang sedang melanda bangsa ini, ternyata masih banyak anak Indonesia yang bisa memberi harapan.

“(Anak-anak kita) cerdas, genius, memiliki ketekunan. Keberadaannya sebagai teladan dan benih bangsa. Walaupun di sisi lain masih banyak anak yang masih terjebak gaya hidup, jalan pintas, dan narkoba. Anak-anak berprestasi ini seringnya sudah diintip asing untuk diiming-imingi beasiswa untuk belajar di negaranya,” ungkap Sultan.

Ia mengakui rendahnya tingkat penguasaan terhadap ilmu murni di kalangan siswa.

“Mereka lebih menyukai mempelajari ilmu terapan. Hal ini perlu ditindak lanjuti dengan program pendidikan yang sesuai dan memiliki daya tarik, dan berharap mereka mampu memahami korelasi teks ilahiah dengan tekstur alam,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DIY, Kadarmanto Baskoro Aji, mengatakan, pihaknya akan menjadi tuan rumah yang baik.

“Tahun kemarin DIY peringkat empat nasional. Sekarang targetnya lebih baik dari itu. Paling tidak menjadi tuan rumah yang baik dalam perhelatan OSN ini,” katanya.