Tri Karyadi Riyanto: Mari Majukan UMKM Kota Yogyakarta Jelang MEA 2015

KOMITMEN - Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya UMKM Disperindakoptan Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, saat ditemui Jogja Daily, Senin (11/5/2015), di Griya UMKM, Jalan Taman Siswa 39. (Foto: Arif Giyanto)
KOMITMEN – Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya UMKM Disperindakoptan Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, saat ditemui Jogja Daily, Senin (11/5/2015), di Griya UMKM, Jalan Taman Siswa 39. (Foto: Arif Giyanto)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Desember 2015, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai diberlakukan. Semua pemerintah daerah di Nusantara terus mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan kompetisi ASEAN tersebut. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu andalan Kota Yogyakarta menghadapi MEA 2015.

“Ada lebih dari 22 ribu jumlah UMKM di Kota Yogyakarta. Sekira 70 persen dari jumlah tersebut bergerak di bidang kuliner. Kurang lebih 300-an UMKM memproduksi kerajinan. Dari data tersebut, tampak bahwa dinamika UMKM di Kota Yogyakarta sangatlah tinggi,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya UMKM Disperindakoptan Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, kepada Jogja Daily, Senin (11/5/2015), di Griya UMKM, Jalan Taman Siswa 39.

Tri menjelaskan, potensi UMKM Kota Yogyakarta yang sedemikian besar, membutuhkan penanganan dan dukungan serius dari berbagai pihak. Tanpa dukungan tersebut, mustahil menjadikan UMKM tetap eksis di tengah persaingan industri yang sedemikian kuat.

“Saat ini, masalah UMKM bukan lagi berkutat pada permodalan. Karena kalau terus dituruti, permodalan tidak akan pernah cukup. Pemkot Yogyakarta concern pada promosi dan marketing produk-produk UMKM,” kata Tri.

Menurut Tri, masalah yang tidak kalah penting untuk segera diselesaikan adalah standar produk, rekruitmen tenaga kerja berkualitas, dan pengemasan produk (packaging).

“Terkadang, ada UMKM yang telah banyak order. Sayangnya, untuk memberi pelayanan yang cukup, tidak semudah yang dibayangkan. Karena, kecepatan dan kuota sangat ditentukan oleh SDM yang mumpuni atau tidak. Nah, mencari pegawai yang memiliki skill memadai, ternyata tidak mudah,” ungkapnya.

Fokus Kerajinan

Tri menerangkan, untuk saat ini, Pemkot Yogyakarta fokus pada pendampingan UMKM dengan produk kerajinan (craft). Dalam berbagai kesempatan, produk-produk tersebut diikutsertakan pada pameran nasional.

“Saya memastikan semua produk yang masuk daftar benar-benar dari para pengrajin. Karena, saya tidak memfasilitasi broker,” tandasnya.

KERAJINAN - Display produk kerajinan di Griya UMKM Kota Yogyakarta. (Foto: Arif Giyanto)
KERAJINAN – Display produk kerajinan di Griya UMKM Kota Yogyakarta. (Foto: Arif Giyanto)

Disinggung tentang produk-produk UMKM dari berbagai kecamatan yang dipamerkan di Griya UMKM, ia menyatakan belum puas. Karena, impiannya membuat UMKM eksis tidak selesai sampai di sini.

“Pekerjaan saya terkadang dinilai terlalu teknis. Tapi memastikan profil dan kinerja UMKM adalah keharusan. Bukan hanya keberhasilan mereka yang nanti akan didapat, tapi juga kepuasan batin saya sebagai pegawai pemerintahan yang berhasil mendampingi mereka,” pungkas Tri.

Tri menambahkan, Pemkot Yogyakarta melalui Dekranasda concern pada pendampingan kerajinan. Sementara pihaknya harus proporsional antara kerajinan dan non-kerajinan.