200 UMKM Kota Yogyakarta Ikuti Sosialisasi BPJS Kesehatan

BPJS KESEHATAN - Sosialisasi BPJS Kesehatan Bagi UMKM Kota Yogyakarta, Kamis (11/6/2015), di Pasar Ikan Higienis (PIH) Yogyakarta. (Foto: Kiki Sumantri)
BPJS KESEHATAN – Sosialisasi BPJS Kesehatan Bagi UMKM Kota Yogyakarta, Kamis (11/6/2015), di Pasar Ikan Higienis (PIH) Yogyakarta. (Foto: Kiki Sumantri)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Sejumlah 200 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se-Kota Yogyakarta hadir dalam Sosialisasi BPJS Kesehatan Bagi UMKM Kota Yogyakarta, Kamis (11/6/2015) di Pasar Ikan Higienis (PIH) Yogyakarta.

Sosialisasi digelar Bidang Pengembangan Sumberdaya UMKM Dinas Perindagkoptan Yogyakarta bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memfasilitasi pengembangan UMKM, melibatkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota yogyakarta dan BPJS Kesehatan Cabang Utama DIY.

“Sosialisasi ini dimaksudkan agar pelaku UMKM tahu akan pentingnya kesehatan dan adanya jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah,” ujar Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Utama DIY, Ratih Subekti, kepada Jogja Daily.

Ia menjelaskan, dalam sosialisasi diterangkan mekanisme BPJS Kesehatan sebagai penjamin kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“BPJS Kesehatan dibuat tidak bisa dibandingkan dengan asuransi dari swasta, tetapi untuk saling melengkapi satu sama lain,” kata Ratih.

Masih menurut Ratih Subekti, JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dibuat untuk mengatur sistem kesehatan masyarakat meliputi rumah sakit, dokter, dan farmasi.

“Baik rumah sakit, serta dokter swasta maupun negeri, wajib tunduk dengan sistem tersebut,” tuturnya.

Adapun pembeda konsep asuransi kesehatan nasional dengan asuransi swasta adalah diselenggarakan oleh pemerintah, jumlah iuran sama, tanpa cek laboratorium, tanpa batasan usia, dan tidak ada batasan biaya.

UMKM Sektor Penting Penggerak Ekonomi

Sementara itu, Kepala Seksi Kerja Sama Usaha Bidang PSD UMKM Kota Yogyakarta, Laksmi Kuswandari, mengatakan, dengan diadakannya sosialisasi diharapkan pelaku UMKM tahu dan sadar akan pentingnya kesehatan serta adanya jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah.

“UMKM adalah salah satu sektor penting penggerak roda ekonomi. Karena, UMKM memproduksi produk khusus dan tak terpengaruh oleh ketidakstabilan ekonomi,” tegasnya.

Ada lebih dari 22 ribu jumlah UMKM di Kota Yogyakarta. Sekira 70 persen dari jumlah tersebut bergerak di bidang kuliner. Kurang lebih 300-an UMKM memproduksi kerajinan. Dari data tersebut, tampak bahwa dinamika UMKM di Kota Yogyakarta sangatlah tinggi.

Untuk saat ini, Pemkot Yogyakarta fokus pada pendampingan UMKM dengan produk kerajinan (craft). Dalam berbagai kesempatan, produk-produk tersebut diikutsertakan pada pameran nasional.