Asuransikan Sejuta UMKM, Kemenkop UKM Gandeng OJK dan Asosiasi Asuransi

SENTRA UMKM - Kotagede, salah satu pusat perkembangan UMKM Kota Yogyakarta yang telah mendunia. (Foto: Arif Giyanto)
SENTRA UMKM – Kotagede, salah satu pusat perkembangan UMKM Kota Yogyakarta yang telah mendunia. (Foto: Arif Giyanto)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Secara bertahap, semua pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah akan diproteksi asuransi. Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan perlindungan asuransi mikro untuk sejuta UMKM.

“Kami sebelumnya sudah menggandeng Otoritas Jasa Keuangan dan asosiasi asuransi untuk mengembangkan asuransi mikro yang didesain khusus bagi pelaku KUMK,” ujar Asisten Deputi Urusan Asuransi dan Jasa Keuangan Kementerian Koperasi dan UKM, Toto Sugiyono, dalam Sosialisasi Asuransi Mikro bagi KUKM, di Yogyakarta, Jumat (12/6/2015).

Dirilis Kementerian Koperasi dan UKM, telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) yang diwakili PT Jaya Proteksi Takaful dengan Koperasi Batik Senopati.

Kemenkop bersama OJK dan asosiasi asuransi juga meluncurkan produk asuransi mikro yang didesain khusus bagi pelaku KUMK, yaitu asuransi Anti-Bangkrut atau Si Abang yang terdiri dari Si Abang Erupsi dan Si Abang Gempa Tsunami.

Harga premi sebesar Rp40 ribu per tahun per unit usaha dengan klaim, apabila terjadi risiko kerugian diakibatkan kebakaran dan bencana alam dibayarkan sebesar Rp5 juta per unit Si Abang.

“Asuransi mikro ini khusus didesain untuk memproteksi kerugian terhadap aset dan usaha pelaku UMK pasca-bencana alam, misalnya kebakaran,” tutur Toto.

Asuransi mikro merupakan instrumen proteksi bagi UMKM yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sederhana fitur dan administrasinya.

Di samping itu, asuransi mikro dirancang untuk mudah diperoleh, ekonomis harganya, serta dapat segera pembayaran klaimnya.

Asuransi mikro dapat diselenggarakan oleh perusahaan asuransi berbadan hukum di Indonesia yang telah memperoleh izin usaha dari OJK dan dapat melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi untuk menyediakan produk asuransi bersama atau asosiasi asuransi.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM jumlah pelaku UMKM mencapai 56,5 juta dan jumlah koperasi sebanyak 206.288 unit dengan anggota 35.237.990 orang.

Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM kini tengah merancang pembiayaan non-bank bagi KUMK, di antaranya melalui Pegadaian, lembaga ventura, penjaminan, dan perusahaan leasing.

Bantuan Pembiayaan Ekspor

Dalam kesempatan sama, ditandatangani MoU antara Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang diwakili oleh PT Olympindo Multifinance dengan Koperasi Batik Senopati.

MoU juga dilakukan antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan tiga UKM, yaitu UD Abon Kepala Sapi, Fitri Modiste, dan PT Aneka Sinendo.

Kepala Wilayah Kantor Surakarta LPEI, Agus Susatya, mengatakan, pihaknya memberikan bantuan pembiayaan bagi usaha ekspor dengan harapan bisa mendorong perluasan usaha ekspor di Tanah Air.

“Kami memberikan supply chain financing dalam kerja sama ini dengan harapan ada perkuatan permodalan dan ekspansi usaha dari PT Aneka Sinendo,” ucap Agus.

Sementara pendiri PT Aneka Sinendo, Ismet Hariawan, mengatakan, bantuan pembiayaan ekspor senilai Rp24 miliar dari LPEI akan digunakan untuk memperkuat modal dan pengembangan usaha.

“Kami akan memperluas usaha briket batubara ke pasar ekspor yang lain. Selama ini kami pasarkan ke Korea dan Jepang,” ungkap Ismet.

PT Aneka Sinendo beralamat di Ploso, Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo.