Gelar Kreativitas Anak Usia Dini Sleman 2015, Percaya Diri Kunci Generasi Berkualitas

PERCAYA DIRI - Gelar Kreativitas Anak Usia Dini di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (4/6/2015). (Foto: Pemkab Sleman)
PERCAYA DIRI – Gelar Kreativitas Anak Usia Dini di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (4/6/2015). (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Ribuan anak PAUD, Kelompok Bermain, dan TK se-Kabupaten Sleman berbaur bersama-sama mewarnai, melukis pada gerabah, dan melakukan pentas seni, pada Gelar Kreativitas Anak Usia Dini di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (4/6/2015).

“Gelar Kreativitas Anak Usia Dini adalah momen strategis untuk meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam menunjukkan kreativitasnya. Upaya ini diharapkan mampu mempersiapkan generasi yang berkualitas denganpendidikan yang tepat pula bagi anak-anak,” ujar Bupati Sleman, Sri Purnomo, saat membuka acara, seperti dirilis Pemkab Sleman.

Ia menjelaskan, kreativitas anak usia dini adalah kreativitas alamiah yang dibawa sejak lahir dan merupakan kemampuan menghasilkan pemikiran-pemikiran asli, tidak biasa, dan sangat fleksibel dalam merespons dan mengembangkan pemikiran dan aktivitas.

“Kreativitas alami seorang anak usia dini terlihat dari rasa ingin tahunya yang besar. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada orangtuanya terhadap sesuatu yang dilihatnya. Ada kalanya pertanyaan itu diulang-ulang dan tidak ada habis-habisnya. Oleh karena itu, kreativitas perlu dikembangkan sejak dini karena kreativitas mempengaruhi dan meningkatkan kecerdasan seseorang,” terang Bupati.

Menurutnya, kreativitas merupakan salah satu aspek penting. Seorang anak lahir membawa potensi kreatif. Dengan potensi kreatif yang dimilikinya, anak akan senantiasa membutuhkan aktivitas yang sarat ide- ide kreatif. Secara alami, rasa ingin tahu dikaruniakan Sang Pencipta maka secara alami pula anak memiliki kemampuan mempelajari sesuatu dengan caranya sendiri.

“Anak-anak senantiasa tumbuh dan berkembang. Mereka menampilkan ciri-ciri fisik dan psikologis yang berbeda untuk tiap tahap perkembangannya. Masa anak-anak merupakan masa puncak kreativitasnya, dan kreativitas mereka perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas itu sendiri,” ucap Sri Purnomo.

Sri mengatakan, orangtua serta pendidik anak usia dini dituntut untuk paham bahwa tiap anak memiliki pribadi berbeda, dan tiap anak adalah unik. Untuk mengembangkan kreativitas anak, orangtua harus dapat memberikan dorongan kepada anaknya agar dapat memunculkan motivasi dalam diri anak, yaitu motivasi instrinsik dan ekstrinsik.

“Jika sarana dan prasana sudah tersedia, dorongan sudah ada maka anak pun akan berproses dan berkreasi. Proses inilah yang penting untuk anak ketika bermain. Peran orangtua di sini adalah memberikan penghargaan atas produk-produk yang dihasilkan anak dengan cara memberi pujian atau memajang hasil karya anak. Karena, sering kali ketika seorang anak menghasilkan produk kreatifnya, orangtua tidak menghiraukannya,” pungkas Bupati.

Data Lembaga PAUD Sleman

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Arif Haryono melaporkan bahwa ada 1.431 lembaga PAUD yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sleman.

“Tujuan Gelar Kreativitas Anak Usia Dini bertujuan menumbuhkembangkan daya kreasi dan inovasi anak dalam kegiatan edukatif, mensinergikan unsur Pendidikan Anak Usia Dini, yaitu guru/pendidik, anak usia dini, pemerintah dan masyarakat untuk berupaya memberikan kontribusi yang terbaik demi masa depan anak, serta mempererat jalinan kerja sama antara pemerintah, praktisi, dan masyarakat terhadap kegiataan Pendidikan Anak Usia Dini,” terang Arif.

Pada pendataan 2014, Kabupaten Sleman memiliki 545 TK/RA dengan jumlah siswa 30.184, dan 2.324 pengajar. Sedangkan untuk lembaga PAUD terdapat 82 lembaga sejenis dengan jumlah peserta didik 2.876 anak. Jumlah Kelompok Bermain meningkat dari 2013 sebesar 224 lembaga dengan jumlah peserta didik sebesar 6.596 anak naik menjadi 231 lembaga pada 2014 dengan jumlah peserta didik sebesar 7.262 anak.