Ingin Jadi Top Madrasah, MTsN Yogyakarta I Belajar ke MTsN 2 Kediri

RUJUKAN - Pintu gerbang MTsN 2 Kediri. Potret keberhasilan pengelolaan madrasah. (Foto: Wikipedia)
RUJUKAN – Pintu gerbang MTsN 2 Kediri. Potret keberhasilan pengelolaan madrasah. (Foto: Wikipedia)

Kediri, JOGJADAILY ** Para guru dan pegawai MTsN Yogyakarta I mengadakan studi banding ke MTsN 2 Kediri, mulai Sabtu (30/6/2015) hingga Senin (1/6/2015). Transparansi pengelolaan sekolah dan kekompakan seluruh warga madrasah adalah kunci keberhasilan MTsN 2 Kediri menjadi Top Madrasah.

Dirilis Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kemenag DIY), rombongan MTsN Yogyakarta I disambut dengan pemaparan beberapa siswa tentang hasil riset yang berhasil masuk 20 besar lomba KIR di LIPI.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan Kepala MTsN 2 Kediri dan Komite Madrasah. Setelah seremonial penyambutan selesai, rombongan antusias mendapatkan informasi lebih banyak dengan menemui beberapa guru penanggung jawab bidang-bidang di madrasah.

Sekitar tiga jam, rombongan menimba ilmu untuk memulai usaha menjadi madrasah unggul di Yogyakarta dan nasional. Setiap kelompok rombongan diharuskan mendokumentasikan segala informasi yang diperoleh dalam bentuk tulisan. Kompilasi tulisan akan menjadi dokumen berharga dan akan ditindaklanjuti sebagai salah satu acuan melejitkan MTsN Yogyakarta I di kancah nasional.

Madrasah Unggul

MTsN 2 Kediri beralamat di Jalan Sunan Ampel Nomor 12, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kediri, Jawa Timur, serta merupakan salah satu madrasah terbaik di negeri ini. Animo masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya ke MTsN 2 Kediri melebihi keinginannya untuk menyekolahkan mereka di SMP umum.

MTsN 2 Kediri terkesan sangat modern, karena gedungnya yang terawat dan kebersihan madrasah yang selalu terjaga. Mata masyarakat terbuka ketika siswa-siswi MTsN 2 Kediri dapat memperoleh nilai UN tinggi, yakni rata-rata 8,50, atau sejajar dengan SMP umum yang terbaik.

Bukan hanya itu, riset telah menjadi pembiasaan dan agenda khusus di sana. Banyak lomba karya ilmiah yang diikuti seperti LIPI, Kemenag, dan Kemendiknas.