Kampung Panca Tertib, Bangun Keteraturan Kota Yogyakarta dengan Musyawarah

KAMPUNG PANCA TERTIB - Sosialisasi Perwal 22/2015 di Kampung Gamelan Kelurahan Panembahan Kecamatan Kraton, Jumat malam (29/5/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)
KAMPUNG PANCA TERTIB – Sosialisasi Perwal 22/2015 di Kampung Gamelan Kelurahan Panembahan Kecamatan Kraton, Jumat malam (29/5/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Kraton, JOGJADAILY ** Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Ketertiban mulai menyosialisasikan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 22 Tahun 2015 tentang Gerakan Kampung Panca Tertib Kota Yogyakarta sekaligus mendorong masyarakat untuk membentuk Forum Kampung Panca Tertib didukung Pelopor Ketertiban dan Duta Ketertiban untuk mewujudkan komitmen Panca Tertib tersebut.

Panca Tertib yang dimaksud adalah kondisi ketertiban meliputi Tertib Daerah Milik Jalan (Damija), Tertib Bangunan, Tertib Usaha, Tertib Lingkungan, dan Tertib Sosial.

Tertib Daerah Milik Jalan adalah pemanfaatan daerah milik jalan sesuai dengan fungsinya dan atau telah mendapatkan izin, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tertib Usaha adalah semua kegiatan usaha telah memiliki izin dan memenuhi kewajiban usaha serta tidak menjual/menyediakan barang dan/atau jasa yang dilarang, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tertib Bangunan adalah kegiatan membangun, mengubah, memperluas, mengurangi, dan merawat bangunan gedung yang memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

Tertib Lingkungan adalah kondisi lingkungan yang bersih, sehat, indah dan nyaman, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tertib Sosial adalah tatanan kehidupan masyarakat yang harmonis dan bebas dari penyakit masyarakat.

Laboratorium Panca Tertib

Kampung Gamelan, Kampung Pandeyan, dan Kampung Kauman Pakualaman akan menjadi laboratorium Panca Tertib. Ketiga kampung ini diharapkan menjadi pionir dan percontohan bagi kampung lain di Kota Yogyakarta dalam mewujudkan Panca Tertib.

“Tujuan dari Peraturan Walikota ini adalah untuk memberdayakan masyarakat yang dapat mengubah pola sikap dan pola perilaku untuk selalu hidup teratur melalui sebuah Rampung Panertib, sehingga menumbuhkan rasa tenteram di lingkungan masyarakat,” ujar Kepala Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Nur Widihastana, saat Sosialisasi Perwal 22/2015 di Kampung Gamelan Kelurahan Panembahan Kecamatan Kraton, Jumat malam (29/5/2015).

Ia menjelaskan, Gerakan Kampung Panca Tertib berbasis pada kampung. Kampung yang dimaksud adalah kesatuan wilayah yang terbentuk dari ikatan sosial, diberi nama sesuai keinginan masyarakat atau adat yang telah ada sebelumnya. Kampung Panca Tertib adalah Kampung yang mempunyai komitmen mewujudkan Gerakan Kampung Panca Tertib atau disingkat Rampung Panertib.

“Gerakan Kampung Panca Tertib itu merupakan sebuah aktivitas sosial berbasis kampung yang dilakukan secara dinamis dan terus-menerus oleh masyarakat melalui Forum Kampung Panca Tertib. Forum ini nantinya akan didukung oleh Pelopor Ketertiban dan Duta Ketertiban untuk mewujudkan komitmen Panca Tertib,” terang Nur Widi, seperti dirilis Humas Pemkot Yogyakarta.

Forum Kampung Panca Tertib, sambungnya, merupakan media pertemuan tokoh masyarakat di lingkungan kampung yang terdiri dari pengurus RT, RW, PKK, Karang Taruna, Pelopor Ketertiban, Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan unsur lainnya.

Forum tersebut berfungsi sebagai sarana bermusyawarah, penyebaran informasi, dan penanaman nilai-nilai keteraturan, sehingga terwujud Panca Tertib. Sedangkan Pelopor Ketertiban atau disingkat dengan Pekerti adalah relawan yang telah dilatih dan dibekali untuk menjadi penggerak utama dalam Gerakan Kampung Panca Tertib.

Sementara Duta Ketertiban adalah petugas yang ditunjuk oleh Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta sebagai perwakilan di wilayah dalam penerapan Gerakan Kampung Panca Tertib.