Kembangkan Agribisnis, Gudang Tembakau Pleret Segera Dibangun

UNGGULAN - Tembakau menjadi salah satu komoditas unggulan Pemkab Bantul. (Foto: Dipertahut Bantul)
UNGGULAN – Tembakau menjadi salah satu komoditas unggulan Pemkab Bantul. (Foto: Dipertahut Bantul)

Bantul, JOGJADAILY ** Untuk mengembangkan potensi agribisnis, gudang tembakau di Purworejo, Wonolelo, Pleret, akan segera dibangun dengan sumber dana DBH CHT atau Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Dirilis Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Koordinasi Pengembangan Agribisnis Tembakau digelar di Aula Dipertahut Bantul, Selasa (9/6/2015), mengundang anggota PAC-APTI (Pengurus Anak Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Dadi Mulyo Kecamatan Pleret.

Izin lokasi gudang telah dikeluarkan desa diketahui BPD Desa Wonolelo di atas tanah kas desa seluas 200 meter persegi dan masih dalam proses perizinan hingga gubernur. Pengelolaan gudang dalam rangka pengolahan dan pemasaran tembakau wilayah Kecamatan Pleret dilaksanakan oleh KUB Ngudi Mulyo pimpinan Ponidi.

Selain anggota PAC-APTI Kecamatan Pleret, koordinasi mengundang Dinas PU, pihak rekanan, konsultan perencana, konsultan pengawas, pihak Kecamatan Pleret dan Desa Wonolelo, serta Dipertahut. Acara dibuka Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Sugeng Santosa.

Selain pembangunan gudang tembakau di Wonolelo, dari kegiatan pengembangan agribisnis tembakau yang bersumber dari DBHCHT tahun anggaran 2015, dilaksanakan pula pembangunan 2 unit embung untuk KT Bumi Mukti Srunggo II Selopamioro dan KT Ngudi Makmur Nogosari Selopamioro Imogiri.

Ada juga pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1 kilometer yang diterima KT Sari Mulyo Kalidadap II Selopamioro dan KT Sumber Baru Kajor Wetan Selopamioro Imogiri; sertifikasi lahan petani tembakau 100 bidang; pelatihan GAP tembakau sebanyak 5 angkatan; dan pelatihan pengolahan dan pemasaran tembakau yang direncanakan bulan Agustus-September mendatang.

Selain digunakan sebagai peningkatan mutu bahan baku, DBHCHT dapat dimanfaatkan untuk melakukan proyek percontohan yang dapat menghasilkan varietas tembakau berkandungan nikotin rendah, memanfaatkan lembaga-lembaga Litbang, serta mengefisienkan penanganan panen dan pasca-panen bahan baku maupun penguatan kelembagaan kelompok tani tembakau.

Soliditas Petani Tembakau

Pada kesempatan berbeda, menurut Bupati Sri Surya Widati, 5 kecamatan di Kabupaten Bantul meliputi Dlingo, Imogiri, Pitungan,Pleret, dan Pundong sangat potensial ditanami tembakau. Bahkan Tembakau dari Silut yang terkenal telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kehutanan dan Perkebunan layak dikembangkan pada tahun 2013 lalu, karena di sana, produktivitas tembakau bisa mencapai 7,5 kuintal per hektarnya.

Produktivitas tinggi para petani tembakau di Bantul masih tetap menghadapi kendala, yaitu iklim yang sering tidak menentu, tingginya harga sarana dan prasarana pengolahan terutama perlatan rajang yang sangat mahal, serta harga tembakau sangat rendah setiap musim panen oleh pembelian spekulan.

Untuk memberikan perlindungan terhadap para petani Tembakau di Kabupaten Bantul, khususnya di Selopamioro dan sekitarnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, berharap, Pengurus Gapoktan dapat berkomunikasi dengan Gapoktan-gapoktan lain di Bantul untuk menyamakan harga tembakau ketika menjual, agar tidak dipermainkan tengkulak tembakau nakal.