Kunjungi Rejowinangun, Tim Juri Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY 2015 Apresiasi Klaster Potensi

REJOWINANGUN - Tim Juri Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY 2015 mengunjungi Kelurahan Rejowinangun. (Foto: Humas DIY)
REJOWINANGUN – Tim Juri Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY 2015 mengunjungi Kelurahan Rejowinangun. (Foto: Humas DIY)

Kotagede, JOGJADAILY ** Tim Juri Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY 2015 menyatakan apresiasinya terhadap simulasi Kamtibmas di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotage, Kota Yogyakarta yang sukses.

“Di wilayah dengan populasi 12 ribu jiwa ini diterapkan lima sistem klaster agar potensi wilayah bisa berkembang dengan baik dan masyarakat bisa maju bersama,” ujar Lurah Rejowinangun, Retnaningtyas, Senin (8/6/2015) di Kantor Kelurahan Rejowinangun, seperti dirilis Humas DIY.

Ia menjelaskan, Klaster Kampung Budaya berada di RW 1 hingga RW 5; Kampung Kerajinan berada di RW 6 dan RW 7 dengan produk unik lukis kaca terbalik; Kampung Kuliner berada di RW 10; Kampung Herbal berada di RW 8 dan RW 9 dengan produk unggulan jamu J’GER; serta Kampung Agro yang berada di RW 11, RW 12, dan RW 13.

Sementara di bidang pelayanan, dibangun Sistem Informasi Kampung (SIK) berbasis RT untuk mewadahi semua potensi di tingkat RT.

Tim Juri juga salut terhadap ide pengklasteran yang efektif membina masyarakat. Bidang PKK dinilai baik, karena sepuluh program pokok PKK dapat berjalan dengan lancar. Namun demikian, masih ada beberapa catatan terhadap kelurahan ini, yaitu perlunya perbaikan administrasi kelurahan serta penyelesaian entry data profil kelurahan.

Sementara itu, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kota Yogyakarta, Rr. Titik Sulastri, menyampaikan bahwa Kelurahan Rejowinangun yang menjadi salah satu kelurahan wakil Kota Yogyakarta dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY 2015, selama ini dikenal dengan potensi wisata kebun binatang Gembira Loka.

“Meskipun demikian, kelurahan ini terus berupaya mengembangkan potensi lain yang unik dan belum dijumpai di tempat lain. Di bidang kesehatan lingkungan, kelurahan Rejowinangun telah merintis Kampung Hijau, Kampung Ramah Anak, dan wilayah bebas asap rokok,” tutur Haryadi.

Prestasi lainnya, pada 24 Januari 2015, kelurahan ini berhasil memecahkan rekor MURI dengan pembuatan keripik daun varietas terbanyak sejumlah 272 jenis daun, diberi nama Ron Renyah.

Gotong Royong dan Swasembada

Pada kesempatan sama, Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY sekaligus Ketua Tim Juri, Kristiana Swasti, mengatakan bahwa pendayagunaan kearifan nilai-nilai sosial-budaya lokal dalam aspek kegotongroyongan dan keswasembadaan menjadi potensi efektif dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat di desa atau kelurahan.

“Yang terpenting adalah semangat membangun. Sebab, lomba desa dan kelurahan ini merupakan awal dari kebangkitan dan semangat membangun itu sendiri. Karenanya, masyarakat Kelurahan Rejowinangun diharapkan dapat melestarikan hasil lomba, bukan semata-mata hanya mengejar target juara,” ucap Sultan.