Merti Tuk Umbul, Tradisi Padusan Warga Warungboto Umbulharjo

PADUSAN - Prosesi Merti Tuk Umbul di Titik Nol Warungboto atau Perempatan Warungboto, Sabtu (6/6/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)
PADUSAN – Prosesi Merti Tuk Umbul di Titik Nol Warungboto atau Perempatan Warungboto, Sabtu (6/6/2015). (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Setiap kali hendak memasuki Bulan Ramadhan, warga Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menggelar tradisi padusan bertajuk Merti Tuk Umbul. Padusan atau mandi besar dimaksudkan untuk menyucikan diri dari hadas dan najis. Maknanya, seseorang bersiap untuk menjalankan ibadah puasa wajib di Bulan Ramadhan.

Kali ini, padusan diinisiasi Kampung Wisata Warto Wisata Warungboto bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta dilaksanakan di Titik Nol Warungboto atau Perempatan Warungboto, Sabtu (6/6/2015). Kegiatan digambarkan dengan visualisasi Sendratari Padusan.

Pembukaan acara dimulai dengan arak-arakan Bregodo Wira Tirta Brata dan Wira Tirta Pertiwi bersama komponen masyarakat serta sebuah ikon upacara tradisi, yaitu Jodang Ramadhan berisi perlengkapan ibadah dalam menunaikan shalat yang menjadi kewajiban Muslim dan bersiap untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah di Bulan Ramadhan.

“Ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Dua tahun lalu acara ini digelar di Situs Warungboto. Pada tahun ketiga ini sengaja kami gelar di Titik Nol Warungboto dengan membuat replika Tuk Umbul, dengan harapan, semoga ke depan Tuk Umbul yang saat ini belum ngetuk lagi, insyaallah setelah acara ini akan ngetuk kembali dan airnya akan kembali mengalir seperti di replika ini,” ujar Ketua Kampung Wisata Warungboto, Purnomo.

Lurah Warungboto, Akhmad Zaenuri , mengatakan, malam tersebut sangat membahagiakan karena seluruh warga Warungboto berkumpul bersama, menyaksikan acara.

“Tentunya ini merupakan hal yang sangat baik, berkaitan dengan pelestarian budaya yang adiluhung, sekaligus sebagai sarana promosi bagi Kelurahan Warungboto. Mudah-mudahan Warungboto lebih terkenal lagi dengan Merti Tuk Umbul-nya,” tutur Zaenuri.

Situs Warungboto

Salah satu situs bernilai sejarah tinggi dan potensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata di Warungboto adalah Situs Warungboto. Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) pernah merancang konsep penataan ruang humanis yang dapat memberikan identitas wilayah khas di Kampung Warungboto.

“Penataan ruang Warungboto perlu melingkupi pengembangan potensi yang ada. salah satunya adalah Situs Warungboto. Berbagai pengalaman pelestarian menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki pemahaman tentang pelestarian akan sangat antusias terlibat dalam pengelolaan lingkungan pusaka. Kesadaran masyarakat untuk berperan dalam memelihara lingkungan pusaka didukung oleh kesadaran akan manfaat ekonomi dan hidup bersama,” ungkap akademisi UTY, Endy Marlina, seperti dirilis Humas UTY, Juni 2014.

Untuk merealisasikan rancangan penataan ruang tersebut dibentuklah Tim Program Kampung Warungboto Berdaya untuk Optimalisasi Kehidupan Masyarakat (KWB-OKM) berbasis masyarakat. Langkah konkretnya, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dimotori Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kelurahan Warungboto, dipandu dosen-dosen Arsitektur UTY.

Tata ruang selaras dengan kebijakan Undang-Undang No. 32/2009 yang mengarahkan pelibatan masyarakat sebagai subyek dalam upaya pengelolaan lingkungan guna meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat, dan kemitraan; menumbuhkembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat; dan menumbuhkan ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial.