Ramaikan Usaha Kerakyatan, Gerai UKM Mayang Mekar Kelurahan Mujamuju Diresmikan

GERAI UKM - Peresmian Gerai UKM Mayang Mekar Kelurahan Mujamuju, Jumat (12/6/2015), di Balai Warga Miliran. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)
GERAI UKM – Peresmian Gerai UKM Mayang Mekar Kelurahan Mujamuju, Jumat (12/6/2015), di Balai Warga Miliran. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Setelah dirintis selama tujuh tahun, Gerai UKM Mayang Mekar Kelurahan Mujamuju diresmikan, Jumat (12/6/2015), di Balai Warga Miliran.

“Gerai yang sudah dirintis selama tujuh tahun ini merupakan perwujudan dari peran aktif masyarakat Kelurahan Mujamuju untuk mewujudkan semangat Segoro Amarto dalam membangun Kota Yogyakarta serta meningkatkan tingkat kesejahteraan warga kota Yogyakarta, khususnya warga Kelurahan Mujamuju,” ujar Ketua Gerai UKM, Wiwiek Hidayati, dirilis Humas Pemkot Yogyakarta.

Menurutnya, Gerai UKM Mayang Mekar hadir bukan sebagai pesaing, namun untuk meramaikan usaha ekonomi kerakyatan.

“Mayang Mekar hadir bukan untuk sikut-sikutan dengan usaha lainnya, namun lebih untuk meramaikan usaha kerakyatan yang berbasiskan Segoro Amarto,” tutur pembina LPMK Kelurahan Mujamuju ini.

Nama Mayang Mekar, sambungnya, berarti bunga manggar yang mekar. Nama tersebut diusulkan budayawan Yuwono Sri Suwito. Filosofinya, UKM Mayang Mekar diharapkan layaknya bunga manggar yang tumbuh menjadi pohon kelapa. Semua bagiannya memiliki manfaat.

Produk-produk yang disediakan gerai yang bertempat di Balai Warga Miliran, Jalan Hibrida No. 200 A Miliran ini, merupakan hasil produksi sekitar 60 UKM di Kelurahan Mujamuju dan telah melalui rangkaian uji kelayakan ketat. Produk-produk yang dijual berbasiskan bahan lokal seperti singkong dan labu.

“Sejauh ini Mayang Mekar sudah menjalin kerja sama dengan berbagai usaha seperti hotel. Kami sudah menjadi supplier snack untuk berbagai hotel yang ada di Kota Yogyakarta,” ungkap Wiwiek.

Teknologi Informasi

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun berharap, masyarakat Mujamuju bisa menghidupkan gerai ini dengan aktif mengkonsumsi produk-produk yang ada. Selain itu, gerai dituntut mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan produk-produknya.

“Gerai Mayang Mekar harus mampu melihat kekuatan media sosial seperti facebook dan twitter sebagai ajang promosi, karena sekarang ini media sosial sudah menjadi media promosi yang sangat efektif,” terang Bu Ana Haryadi, begitu ia akrab disapa.

Ia menambahkan, keberadaan Gerai UKM di Yogyakarta bisa terus berkembang. Saat ini, di Kota Yogyakarta baru ada 22 Kelurahan yang memiliki Gerai UKM atau 50 persen dari jumlah kelurahan yang ada. Ana berharap, pada 2016, seluruh Kelurahan memiliki Gerai UKM.

Walikota Yogyakarta, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian, mengapresiasi keberadaan Gerai UKM ini. Menurut Haryadi, Gerai UKM merupakan salah satu bentuk pengejewantahan peran aktif masyarakat dalam pembangunan. “Peran aktif masyarakat merupakan modal penting pembangunan, program dari pemerintah tidak akan ada hasilnya jika tidak ada partisipasi masyarakat,” ucap Haryadi.

Haryadi berharap UKM Mayang Mekar mampu menjawab segala tantangan yang ada dan mampu menjadi jendela yang mampu mengangkat berbagai potensi Kelurahan Mujamuju.

“Saya optimis, dengan kerja sama yang baik dan semangat, kita bisa menjawab tantangan yang ada dan saya berharap UKM Mayang Mekar bisa selalu berbagi pengetahuan dan menggali kreativitas agar UKM semakin berkembang , dikenal, dan bermanfaat,” pungkas Haryadi.