Safety, Pasar Beringharjo Gunakan Network Analysis dan Infrared Termograph

RAMAI - Suasana Pasar Beringharjo yang ramai pengunjung. Safety adalah prioritas utama. (Foto: Arif Giyanto)
RAMAI – Suasana Pasar Beringharjo yang ramai pengunjung. Safety adalah prioritas utama. (Foto: Arif Giyanto)

Beringharjo, JOGJADAILY ** Untuk meningkatkan pelayanan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Bisnis Pasar Beringharjo memanfaatkan Network Analysis dan Infrared Termograph untuk mendeteksi problem kelistrikan di Pasar Beringharjo.

Safety itu penting. Kewaspadaan diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan safety di pasar tradisional. Apalagi untuk Pasar Beringharjo yang dianggap merepresentasi Yogyakarta. Banyaknya los dan kios serta pengunjung yang datang, mengharuskan kami untuk mampu mendeteksi problem. Salah satunya, kelistrikan,” ujar Kepala UPT Pusat Bisnis Pasar Beringharjo, Gunawan Nugroho Utomo, kepada Jogja Daily, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, deteksi problem kelistrikan sangatlah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan, seperti kebakaran. Belajar dari pengalaman mengelola pasar tradisional, hal tersebut tidak dapat disepelekan.

“Network Analysis dan Infrared Termograph digunakan untuk mendeteksi problem kelistrikan dengan ukuran-ukuran tertentu. Mana komponen yang perlu diganti atau tata letak yang berpotensi menghasilkan problem. Teknologi ini berupa sensor panas yang nanti dapat memberi tahu kita agar segera melakukan perbaikan, bila ditemukan masalah,” tutur Gunawan.

Alumnus Universitas Gadjah Mada dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta tersebut mengatakan, deteksi problem kelistrikan dilakukan setahun sekali. UPT Pusat Bisnis Pasar Beringharjo menggandeng rekanan untuk menjalankan program ini.

“Saya beranggapan, safety adalah hal utama dalam pengelolaan pasar tradisional. Dengan detail mempertimbangkan safety, kecelakaan dapat diantisipasi dan kita dapat menjaga aset bernilai miliaran rupiah ini. Sebab, pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian Yogyakarta,” ungkap Gunawan.

Sambut Ramadhan 1436 H

Menyambut Ramadhan 1436 H, mulai Mei 2015, Pusat Bisnis Pasar Beringharjo melakukan peningkatan fasilitas, seperti perbaikan kamar mandi.

“Semoga di Bulan Puasa pengunjung pasar lebih nyaman. Karena, pada Ramadhan, jumlah pengunjung Pasar Beringharjo akan meningkat. Saya mengimbau seluruh pedagang dan pengunjung pasar untuk dapat bersama-sama mewujudkan pasar yang tertib,” ucap Gunawan.

Menyoal harga barang yang meningkat tajam menjelang Lebaran, pihaknya berupaya berkoordinasi dengan pedagang untuk menggelar Sale Ramadhan.

Salah satu isu penting di kalangan pedagang tradisional adalah promo pasar modern yang kemungkinan besar dapat menarik banyak pengunjung. Keadaan ini dianggap ancaman bagi eksistensi pasar tradisional. Gunawan menjawabnya dengan percaya diri.

“Pasar tradisional tempat transaksi paling komplit, baik dagangan maupun suasana dan penghuninya. Meski demikian, pembenahan pasar tradisional dengan tetap menjaga kebersihan, keamanan, kerapian, kejujuran, dan keramahan para pedagang sangat berpengaruh pada eksistensi pasar tradisional,” pungkasnya.