Sempurnakan Embung Kleco, Pemdes Giripurwo Ajukan Dana ke Gubernur DIY

BANK AIR - Selain menjadi bank air, Embung Kleco diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga. (Foto: WordPress/Uut Beni Andriyanto)
BANK AIR – Selain menjadi bank air, Embung Kleco diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga. (Foto: WordPress/Uut Beni Andriyanto)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Untuk pemberdayaan masyarakat serta pembangunan sarana dan prasarana pendukung Embung Kleco di Ngesong, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Pemerintah Desa Giripurwo mengajukan dana ke Gubernur DIY.

“Dengan penyempurnaan Embung Kleco, masyarakat Giripurwo dan masyarakat lain dapat mengaksesnya, menambah alternatif wisata alam di Kulon Progo sebagai sentra buah terutama durian dan kelengkeng, serta pendapatan dan kesejahteraan masyakarat sekitar dapat meningkat,” ujar Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko, di Ruang Anggrek, Kamis (18/6/2015).

Dirilis Disperta DIY, pada hari itu, digelar Rapat Koordinasi Penyempurnaan Embung Kleco yang dihadiri Dinas Pertanian DIY, DPPKA DIY, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Camat Kecamatan Girimulyo, Petugas Pendamping Kecamatan Girimulyo, Kepala Desa Giripurwo, serta Kelompok Tani Desa Giripurwo.

Peran Embung

Pemanfaatan air hujan untuk pertanian sangatlah penting, apalagi di musim kemarau. Air hujan yang telah tertampung, pada musim kemarau dapat dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian.

“Bangun jalur informasi agar embung ini menjadi daerah wisata agro yang menarik bagi wisatawan, baik lokal maupun wisatawan asing, serta wisata agronya diharapkan dapat mencerminkan wisata yang modern,” terang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Didik Purwadi, saat meresmikan embung mini di Dusun Tonogoro, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, tahun lalu.

Didik berharap, dengan dibangunnya embung dapat meningkatkan nilai tukar petani dan kesejahteraan petani di wilayah Kecamatan Kalibawang.

Dibangunnya embung selain mengairi areal pertanian sekitar, juga memberikan pasokan air untuk lahan pertanian durian yang ada di sekitar embung. Durian yang ditanam adalah dari varietas Menoreh Kuning dan Jambon.

Lokasi embung mini ini merupakan lokasi strategis, karena berada di tengah jalur wisata Candi Borobudur, sehingga diharapkan wisatawan dapat singgah untuk berwisata agro, yaitu embung, dan mencicipi lezatnya durian menoreh; salah satu durian unggul nasional.

Waduk mini dibangun melalui program CSR Pertamina dengan dana kurang lebih Rp1,3 miliar. Tanaman durian yang ditanam di areal sekitar embung berjumlah 3.000 batang bibit Menoreh Kuning dan Jambon.