Tingkatkan Kerja Sama, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Kunjungi DIY

KUNJUNGI ISI - Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Madam Liu Yandong, saat diterima Pimpinan ISI Yogyakarta di lobi Gedung Rektorat, Jumat (29/5/2015). Setelah penyambutan, delegasi menuju Gallery untuk melihat pameran lalu menikmati pertunjukan Tari Saraswati di Concert Hall. Liu berjanji memberikan kesempatan kepada 10 mahasiswa ISI Yogyakarta untuk belajar di Tiongkok dan menampilkan Tari Saraswati di Festival Tari Internasional Tiongkok. (Foto: ISI Yogyakarta)
KUNJUNGI ISI – Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Madame Liu Yandong, saat diterima Pimpinan ISI Yogyakarta di lobi Gedung Rektorat, Jumat (29/5/2015). Setelah penyambutan, delegasi menuju Gallery untuk melihat pameran lalu menikmati pertunjukan Tari Saraswati di Concert Hall. Liu berjanji memberikan kesempatan kepada 10 mahasiswa ISI Yogyakarta untuk belajar di Tiongkok dan menampilkan Tari Saraswati di Festival Tari Internasional Tiongkok. (Foto: ISI Yogyakarta)

Kraton, JOGJADAILY ** Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Madame Liu Yuandong dijamu Sri Sultan HB X di Bangsal Sri Manganti Kraton Yogyakarta, Kamis (28/5/2015). Madame Liu memberikan apresiasi atas keberhasilan DIY dalam pembangunan, serta peran sertanya dalam perjuangan Bangsa Indonesia.

“Pemerintah Tiongkok akan memberikan fasilitas bagi Yogyakarta untuk mencari hubungan dengan kota-kota di provinsi dan perusahaan Tiongkok supaya bisa meningkatkan kerja sama dan pertukaran di bidang ekonomi, kebudayaan dan pendidikan,” ujar Madame Liu, dirilis Humas DIY.

Ia merasa senang berkunjung ke Yogyakarta, dan diterima Sultan di Kraton yang indah. Sebelum jamuan makan malam, Liu diterima Sultan HB X di Gedhong Jene Kraton Yogyakarta, dilanjutkan tukar menukar cindera mata.

“Yogyakarta tidak hanya kota kuno dan kota budaya, namun juga kota yang memiliki banyak universitas, perguruan tinggi, dan institut, hingga dapat memadukan tradisi dengan modernitas,” tutur Madame Liu.

Sementara itu, Sultan berharap, Madame Liu bersama delegasi mendapat kenangan baik meninggalkan Indonesia dan semoga sukses dalam kunjungannya.

“Yogyakarta diawali dari Dinasti Mataram yang dibagi menjadi empat periodisasi. Dinasti Mataram ada sejak mulainya Agama Budha masuk Tanah Jawa ditandai dengan Candi Borobudur, lalu masuknya Agama Hindu ditandai dengan dibangunnya Candi Prambanan yang berada di wilayah Yogyakarta. Selanjutnya masuk Agama Islam, serta Dinasti Mataram yang melebur di dalam Republik Indonesia,” terang Sultan.

Sejarah panjang ini, sambungnya, sangat penting, biarpun tantangan zaman telah berubah, dari satu peristiwa sampai peristiwa lain, hingga Republik Indonesia menyatakan kemerdekaan, di mana Dinasti Mataram ikut menentukan jalanya perjuangan menjadi ibu kota republik pada 1946 hingga akhir 1949.

“Di dalam perjalanan sejarah perjuangan itulah akhirnya pada saat Republik Indonesia berdiri, hak-hak otonomi bagi Yogyakarta tetap diakui oleh Konstitusi Republik Indonesia,” kata Sultan.

Kunjungan Konjen Tiongkok

Beberapa waktu lalu, Selasa, (31/3/2015), Konsul Jenderal RRT, Yu Hong, bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Konjen Yu memperkenalkan diri atas ketugasan barunya sebagai Konjen yang berkantor di Surabaya. Yogyakarta termasuk dalam wilayah Kerjanya.

Kepada Sultan, Yu Hong berjanji akan lebih banyak mendorong masyarakat Tiongkok untuk bisa berkunjung ke Yogyakarta dengan pesona budaya dan kesenian yang nantinya bisa berkembang menjadi hubungan lebih erat.

Hal ini dibuktikan dengan keinginan banyak pelajar Tiongkok mempelajari bahasa Indonesia sebelum mereka berkunjung ke Yogyakarta. Bahkan ia ingin mendirikan pusat pendidikan dan lembaga kebudayaan Tiongkok di Yogyakarta.

Konjen Yu juga bertemu dengan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, di Balai Kota Yogyakarta, Senin (31/3/15).

Menurut Haryadi, warga Tiongkok yang berwisata di Yogyakarta cukup banyak. Selain itu, hubungan antara Kota Yogyakarta dengan Tiongkok sangat baik. Beberapa kota di Tiongkok, antara lain Kota Kumming dan Shanghai, telah menjalin kerja sama dengan Yogyakarta.

Selain membuka konsulat di Surabaya, Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia membuka kantor di Medan dan Bali. Yu Hong menuturkan, tidak menutup kemungkinan, suatu saat akan dibuka konsulat di Yogyakarta.