Alreska Febrian, Siswa SDN Dayu Sanden Peraih Nilai NEM SD Tertinggi DIY

NEM TERTINGGI - Bupati Bantul, Sri Surya Widati, memberi apresiasi kepada Alreska Febrian, siswa SDN Dayu yang meraih nilai NEM tertinggi se-DIY, di ruang kerja Bupati, Senin (29/6/2015). (Foto: Pemkab Bantul)
NEM TERTINGGI – Bupati Bantul, Sri Surya Widati, memberi apresiasi kepada Alreska Febrian, siswa SDN Dayu yang meraih nilai NEM tertinggi se-DIY, di ruang kerja Bupati, Senin (29/6/2015). (Foto: Pemkab Bantul)

Bantul, JOGJADAILY ** Alreska Febrian, siswa SDN Dayu, Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul meraih nilai NEM tertinggi se-DIY dengan total nilai 2980. Ia torehkan nilai Matematika 100, IPA 100, dan Bahasa Indonesia 98, atau hampir sempurna, karena nilai rerata mendekati 10.

“Anak saya cukup mandiri dalam belajar. Saya hanya buruh, sudah tidak mempunyai waktu untuk menunggui, apalagi ibunya yang dari pagi sampai malam sibuk dengan dagangannya,” ujar Menurut orang tuanya, Sukiswanto, saat mendampingi putranya menghadap Bupati Bantul, Sri Surya Widati, di ruang kerja Bupati, Senin (29/6/2015), seperti dirilis Pemkab Bantul.

Sementara sang putra menyatakan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke SMPN I Sanden. Selain karena merupakan sekolah favorit di sana, juga letak yang tak jauh dari rumahnya.

Sementara itu, Bupati Bantul merasa sangat bangga dengan prestasi yang diperoleh putra Bantul. Harapannya, prestasi yang diperoleh mampu memacu sekolah lain untuk mengikutinya, sehingga putra-putri Bantul tidak hanya cerdas secara akhlak, tapi juga akademik.

Dilaporkan Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul, pelaksanaan Ujian Sekolah dan Madrasah tingkat SD/MI diumumkan hasilnya pada Senin (15/6/2015) pukul 10.00, dengan kelulusan 100 persen. Sama seperti 2014, Bantul menempati peringkat keempat berdasarkan nilai rerata se-DIY.

Rerata nilai US/M SD se-Kabupaten Bantul tertinggi diraih SD IT Bina Anak Sholeh Krapyak UPT PPD Kecamatan Sewon dengan Nilai 272.38, disusul SD 1 Donotirto UPT PPD Kecamatan Kretek dengan nilai 268.86 dan SD Ngentak UPT PPD Kecamatan Sanden dengan Nilai 263.57.

Potensi Sanden

Prestasi putra-putri Sanden bukan kali pertama membanggakan publik Bantul. Sebelumnya, SMK Negeri 1 Sanden Bantul berhasil berstandar internasional. Sertifikat Approval ANKAPIN II 1995/IMO (International Maritime Organization) diberikan oleh Dewan Penguji Keahlian Pelaut (DPKP) Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

Sertifikat ANKAPIN (Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan) Tingkat II SCTW-F 1995/IMO baru diberikan kepada 20 SMK di Indonesia.

“Di Indonesia baru ada 20 SMK yang mendapat sertifikat approv IMO. Salah satunya yaitu SMK Negeri I Sanden yang merupakan sekolah kejuruan kelautan yang masih jarang ada di Indonesia. Pemerintah mendukung SMK Kelautan yaitu lebih diperhatikan untuk meningkatkan mutu kualitasnya,” ujar Kepala Bidang Pelaut Perikanan DPKP Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI Djojo Suwardjo, Sabtu (14/2/2015).

Sertifikasi IMO bagi SMK sangat penting untuk menunjukkan status dan kualitas sekolah. Pemberian sertifikat tersebut juga menjadi pengakuan bagi tenaga kerja Indonesia yang berkualitas.

“Saat ini ada 4.400 siswa kejuruan kelautan di seluruh Indonesia. Angka tersebut belum banyak karena tersebar seluruh Indonesia yang masih jarang sekolah kelautan. Untuk itu, perlu adanya dukungan untuk peningkatan sekolah kelautan. SMK harus direvitalisasi dan ditingkatkan mutu kualitasnya. Bahkan Pemerintah akan membantu dana sebesar 9,2 T untuk peningkatan SMK,” kata Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud RI Mustaqfirin Amin.

Sejak berdiri pada 2004, SMK N I Sanden telah meluluskan 1.616 siswa. Alumnus bisa langsung direkrut perusahaan negara lain, salah satunya Jepang, atau melanjutkan pendidikan ke STP (Sekolah Tinggi Perairan).