Delegasi UII: Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 Tingkatkan Rasa Bangga Pada Kemaritiman Indonesia

ENJ 2015 - Menko Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo dalam sesi foto bersama Tim Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 di atas geladak KRI Banda Aceh di Pelabuhan Tenau Kupang, 19 Juni 2015. (Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman)
ENJ 2015 – Menko Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, dalam sesi foto bersama Tim Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 di atas geladak KRI Banda Aceh di Pelabuhan Tenau Kupang, 19 Juni 2015. (Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman)

Ngemplak, JOGJADAILY ** Adam Ikhya Alfarokhi, seorang mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII), menceritakan kesannya turut dalam Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 (ENJ 2015), 1-30 Juni 2015 yang lalu.

Adam termasuk 50 delegasi yang terpilih mewakili Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk bergabung bersama delegasi lain dalam program pelayaran lintas kepulauan nusantara yang digagas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo tersebut.

Sebelumnya, Adam hadir pula dalam Kapal Pemuda Nusantara Sail Raja Ampat 2014 sebagai Duta Bahari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

ENJ 2015 merupakan program terobosan pemerintah untuk mendorong terwujudnya Tol Laut dan memperkuat konektivitas antara pulau besar dan pulau kecil di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pengalaman berlayar mengelilingi lautan Indonesia untuk kedua kalinya ini semakin meningkatkan nasionalisme saya dan kebanggaan akan kemaritiman Indonesia. Semoga makin sukses di kegiatan selanjutnya,” ujar Adam dirilis Humas UII, Jumat (3/7/2015).

Ia menegaskan, rasa nasionalisme setiap pemuda serta jiwa bahari merupakan hakikat kekuatan Indonesia yang perlu segera dibangkitkan agar mempercepat kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Selama berlayar bersama KRI Banda Aceh, Adam mengaku banyak memetik manfaat berharga.

“Saya berharap, ke depan semakin banyak mahasiswa UII yang aktif mengikuti kegiataan kepemudaan yang positif, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Kegiatan utama ENJ 2015, jelasnya, meliputi mobilisasi barang bantuan dari Kementerian atau Lembaga, Program CSR, dan yayasan sosial.

“Kegiatan-kegiatan sosial yang dilaksanakan selama program juga sangat beragam, seperti bakti sosial, bina cinta lingkungan laut dan pantai, pelatihan kepemudaan, pengobatan gratis, operasi pasar murah, penukaran uang, serta pentas seni dan budaya,” paparnya.

Untuk mendukung suksesnya ENJ 2015, diperlukan keterlibatan sekitar 4.000 orang yang tersebar di seluruh indonesia, dengan dukungan alat angkut berupa KRI Banda Aceh, 86 kapal perintis, 2 kapal rumah sakit Doctor Share.

KRI Banda Aceh difungsikan sebagai mother ship yang berlayar dan menyinggahi pelabuhan-pelabuhan dengan rute Jakarta-Makassar-Sorong-Saumlaki-Kupang-Jakarta.

Riset Kualitas Air

Sebelumnya, bersama Anandhitya Rheza Adrian, Adam Ikhya Alfarokhi mendapat beasiswa pertukaran pelajar selama sebulan ke Hokkaido University Jepang.

Mereka concern pada upaya pemulihan kualitas air DIY yang terus menurun, akibat pencemaran limbah industri.

RISET AIR - Bersama Anandhitya Rheza Adrian, Adam Ikhya Alfarokhi mendapat beasiswa pertukaran pelajar selama sebulan ke Hokkaido University Jepang. (Foto: Humas UII)
RISET AIR – Bersama Anandhitya Rheza Adrian, Adam Ikhya Alfarokhi mendapat beasiswa pertukaran pelajar selama sebulan ke Hokkaido University Jepang. (Foto: Humas UII)

Semasa mengikuti pertukaran pelajar yang singkat ini mereka benar-benar memperdalam penelitian tentang air. Upaya ini mendapat dukungan dari sivitas akademika Hokkaido University yang tertarik pada penelitian mereka.

“Selama di Jepang, kami mempelajari tata cara pengembalian kualitas air melalui sistem adsorpsi dan berkonsentrasi pada pembuatan adsorben baru yang berbiaya rendah (low cost treatment),” kata Adam.

Selama melakukan penelitian, sambungnya, mereka banyak didorong sivitas akademika Hokkaido University.

“Ada Prof Shunitz Tanaka dan para senpai dari mahasiswa tingkat master yang selalu memberikan bimbingannya kepada kami. Dari mereka kami dapat belajar secara langsung dan mendalam tentang bagaimana mengembalikan kualitas air dengan sistem adsorpsi,” pungkasnya.