Jerami Padi Fermentasi, Solusi Susah Pakan Ternak Saat Musim Kemarau

JERAMI FERMENTASI - Tim KKN-PPM UGM memberikan pelatihan pengolahan jerami padi kering menjadi jerami padi fermentasi bagi masyarakat Desa Kebonrejo, Banjarejo, Blora. (Foto: Humas UGM)
JERAMI FERMENTASI – Tim KKN-PPM UGM memberikan pelatihan pengolahan jerami padi kering menjadi jerami padi fermentasi bagi masyarakat Desa Kebonrejo, Banjarejo, Blora. (Foto: Humas UGM)

Blora, JOGJADAILY ** Pada musim kemarau, sebagian besar peternak sering mengalami kesulitan pengadaan pakan, khususnya rumput atau hijauan. Biasanya, mereka menggunakan pakan alternatif jerami padi kering sebagai solusinya.

Untuk itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) memberikan pelatihan pengolahan jerami padi kering menjadi jerami padi fermentasi bagi masyarakat Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Pemberian jerami padi kering dalam jangka waktu lama belum mampu mencukupi kebutuhan nutrisi ternak. Jika pemberiannya sampai 5 bulan, sapi bisa kekurangan nutrisi, karena kadar protein kasar dari jerami padi kering sangat rendah, berkisar antara 3-4 persen saja,” ujar Koordinator mahasiswa KKN, Abdussalam Al Ghozali, dirilis Humas UGM, Kamis (23/7/2015).

Ia menjelaskan, Kabupaten Blora merupakan salah satu lumbung sapi potong Jawa Tengah. Setidaknya, 16-17 persen populasi sapi Jawa Tengah berada di wilayah ini. Ghozali mengatakan, hampir setiap kepala keluarga di Desa Kebonrejo memiliki ternak sapi. Oleh sebab itu, kegiatan peningkatan kualitas stok pakan jerami padi ini menjadi penting disampaikan kepada warga setempat untuk segera direalisasikan.

“Warga sangat antusias mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan jerami padi fermentasi ini. Bahkan tidak sedikit yang mengungkapkan ingin mencoba mengolah jeraminya menjadi jerami fermentasi,” ungkap mahasiswa Ilmu dan Industri Peternakan UGM tersebut.

Ghozali menuturkan, perlu terobosan untuk mendukung pengadaan pakan yang telah dilakukan kebanyakan masyarakat agar tercipta pakan ternak berkualitas dan selalu tersedia sepanjang tahun. Salah satunya dapat dilakukan dengan mengolah jerami padi kering menjadi jerami padi fermentasi. Bahkan menjadi pakan komplit dengan penambahan bekatul, sehingga kualitasnya dapat meningkat.

“Kita beri pelatihan ini untuk mendukung pengadaan pakan sapi yang berkualitas di Blora,” jelasnya.

Sementara itu, dosen pembimbing lapangan mahasiswa KKN UGM, Bambang Suwignyo, menerangkan, pengolahan jerami padi kering menjadi jerami fermentasi merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas pakan.

Terlebih, jika bisa dilanjutkan menjadi complete feed (pakan komplit) dengan penambahan bekatul, kualitas pakan dapat meningkat dari kadar protein 3-4 persen menjadi 7-8 persen.

“Upaya peningkatan kualitas pakan ternak salah satunya lewat pengolahan jerami padi kering penting dilakukan untuk mendukung usaha peternakan di Indonesia,” ucapnya.

Penanggulangan Krisis Air Bersih

Pada musim kemarau, krisis air bersih juga menjadi problem tahunan yang masih belum terpecahkan secara keseluruhan. UGM serius mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perpipaan berbasis masyarakat dengan pola KKN tematik pada awal 2015.

“Pada tahap awal, UGM akan melakukan sejumlah kegiatan, seperti pembuatan modul, pelatihan model SPAM, dan pembekalan SPAM. Kini UGM menjadi koordinator untuk beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Udayana, Universitas NTB, Universitas Negeri Medan, Universitas Balikpapan, Universitas Darrusalam Ambon, Universitas Pattimura, dan Universitas Haluoleo,” ungkap Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof Suratman.

Sebelumnya, pada 2014, UGM melakukan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dalam pengembangan SPAM perpipaan perdesaan. Selanjutnya, UGM tengah mengembangkan model percontohan SPAM kampus.